Dark/Light Mode

Kampung Nelayan Motor Ekonomi Baru, Bisa Produksi Ikan 2,15 Juta Ton Setahun

Rabu, 1 April 2026 20:54 WIB
Kampung Nelayan Merah Putih (Foto: Dok. KNMP)
Kampung Nelayan Merah Putih (Foto: Dok. KNMP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diproyeksikan mampu memproduksi hingga 2,15 juta ton ikan per tahun. Program ini dinilai akan memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan ketahanan pangan berbasis kelautan.

Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan per 25 Maret 2026, potensi produksi tersebut berasal dari pengembangan kampung nelayan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

"Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi perikanan hingga 2,15 juta ton per tahun, yang akan memperkuat sektor riil dan ketahanan pangan berbasis kelautan," ujar Qodari, dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (1/4/2026).

Baca juga : Titip Motor di Kantor Polisi: Mudik Aman Hati Tenang

Menurutnya, peningkatan produksi ikan di tingkat lokal diperkirakan mencapai 10 hingga 30 persen. Peningkatan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 5,4 hingga 16,2 persen.

"Bahkan, secara hitung-hitungan, setiap kenaikan produksi ikan sebesar 1 persen mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,54 persen," lanjutnya.

Hingga akhir Maret 2026, Pemerintah melaporkan kemajuan pesat dalam pembangunan fisik KNMP. Pada tahap pertama, pembangunan KNMP dimulai pada September 2025 di 65 desa atau kelurahan di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi dengan anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunan tahap pertama telah mencapai 99,23 persen.

Baca juga : Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton, Stok Pangan Aman

Dari target tersebut, sebanyak 61 lokasi telah selesai dibangun, sementara empat lokasi masih dalam proses penyelesaian, yakni di Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kabupaten Sumenep (Jawa Timur), serta Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut (Jawa Barat).

Selanjutnya, pembangunan tahap kedua dimulai pada Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi dengan alokasi anggaran Rp660,5 miliar. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunan tahap kedua mencapai 16,68 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.

Selain itu, Pemerintah juga menargetkan lonjakan pembangunan pada 2026 dengan rencana pembangunan 1.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia. "Dengan model ini, setiap kampung nelayan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan ekonomi yang saling mendukung," tambah Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.