BREAKING NEWS
 

Masyarakat Diimbau Waspada Hoax, PLN: Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik Diam-diam

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 6 Mei 2026 06:40 WIB
PLN memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan. (Foto: Instagram/pln_id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik. Informasi kenaikan tarif listrik di media sosial merupakan informasi palsu alias hoax.

Perusahaan setrum negara ini memastikan, tarif listrik 4 sampai 10 Mei 2026 tidak mengalami perubahan. Tarif sesuai kebijakan yang ditetapkan Pemerintah. 

Dikutip dari akun Instagram resmi PLN: @pln_id, Pemerintah telah menetapkan tarif listrik terbaru PLN berlaku untuk triwulan II-2026 (April-Juni) bagi seluruh pelanggan, baik golongan subsidi maupun non subsidi. 

Untuk itu, masyarakat diminta tidak percaya informasi palsu yang menyebut PLN menaikkan tarif listrik tanpa pemberitahuan alias diam-diam. 

“Tidak ada kenaikan tarif listrik, Pemerintah telah menetapkan bahwa tarif listrik tetap berlaku sama untuk periode April-Juni (2026), seperti periode sebelumnya,” demikian dikutip, Selasa (5/5/2026). 

Baca juga : Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Tidak Tahu Ada Permintaan THR

Manajemen PLN menekankan, penyesuaian tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun, untuk periode April-Juni 2026, tarif bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi masih mengacu pada keputusan sebelumnya. 

Sementara, 24 golongan pelanggan bersubsidi, meliputi pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), juga tetap menikmati tarif tanpa kenaikan. 

“Pastikan selalu mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya hanya dari kanal media sosial atau website resmi PLN,” imbau Manajemen PLN. 

PLN sebagai perusahaan negara selalu mematuhi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment). 

Adsense

Penetapan tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi juga mempertimbangkan empat indikator ekonomi makro. Yakni nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), tingkat inflasi dan Harga Batubara Acuan (HBA). 

Baca juga : Kembali Diguyur Hujan, DKI Siaga Banjir Susulan

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengimbau, agar masyarakat menggunakan listrik secara efisien dan bijak untuk mendukung ketahanan energi nasional. 

“Masyarakat tidak perlu cemas, karena tarif listrik periode triwulan II-2026 tetap. Ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Idul Fitri, setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro,” tegas Tri di Jakarta, Senin (16/3/2026). 

Sebagai informasi, rincian tarif listrik terbaru periode 4-10 Mei 2026, untuk subsidi rumah tangga Golongan R-1/TR daya 450 volt ampere (VA) sebesar Rp 415 per kilowatt hour (kWh) dan Golongan R-1/TR daya 900 VA sebesar Rp 605 per kWh. 

Lalu, tarif listrik keperluan rumah tangga untuk Golongan R-1/TR daya 900 VA sebesar Rp 1.352 per kWh, Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA sebesar Rp 1.444,70 per kWh. Lalu, Golongan R-1/TR daya 2.200 VA sebesar Rp 1.444,70 per kWh, Golongan R-2/TR daya 3.500- 5.500 VA sebesar Rp 1.699,53 per kWh dan Golongan R-3/ TR, TM daya di atas 6.600 VA sebesar Rp 1.699,53 per kWh. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan kesiapan perseroan untuk menjalankan kebijakan Pemerintah, sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan. 

Baca juga : Bayern Munchen Vs PSG, Menyerang Sampai Akhir

Darmo-sapaan Darmawan menyoroti, tengah kondisi geopolitik global yang dinamis, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah yang tetap menjaga stabilitas tarif listrik pada triwulan II-2026. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha. 

“Serta menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga daya beli dan daya saing nasional,” kata Darmawan dalam rilisnya, Rabu (1/4/2026). 

Dia menegaskan, PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dari hulu hingga hilir, serta memastikan layanan kelistrikan tetap optimal di seluruh wilayah Indonesia. 

“PLN siap mendukung penuh kebijakan Pemerintah dengan terus menjaga keandalan sistem dan memperluas akses listrik, serta meningkatkan efisiensi operasional,” tukas Darmo. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense