Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga agar waspada terhadap potensi banjir kembali terjadi. Sebab, hujan deras diramal akan turun mengguyur Ibu Kota.
Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin (4/5/2026) sore, menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Hingga Selasa (5/5/2026), pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), BPBD DKI Jakarta mencatat, sebanyak 80 Rukun Tetangga (RT) dan 3 ruas jalan, masih tergenang.
Ketinggian air berkisar antara 10 centimeter (Cm) sampai 100 Cm (1 meter). Demikian keterangan Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Muhammad Yohan, Selasa (5/5/2026).
Yohan menyampaikan, banjir dipicu meningkatnya tinggi muka air di sejumlah pos pantau. Status siaga pun sempat meningkat di beberapa titik, termasuk Pos Pesanggrahan, Pintu Air Pasar Ikan, dan Pos Angke Hulu yang Siaga 1 pada Senin (4/5/2026) malam.
Baca juga : Bayern Munchen Vs PSG, Menyerang Sampai Akhir
Jakarta Selatan menjadi wilayah paling terdampak. Total 42 RT yang masih tergenang hingga Selasa siang. Genangan terparah terjadi di Kelurahan Petogogan, 37 RT terdampak. Kemudian, Kelurahan Bintaro sebanyak 5 RT.
Sementara itu, di Jakarta Barat 19 RT terdampak. Di Jakarta Timur 19 RT yang tersebar di beberapa kelurahan seperti Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Yohan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan.
“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop,” imbuhnya.
Saat terjadi hujan deras pada Senin, di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Kebayo ran Lama, Jakarta Selatan, terjadi genangan yang mengakibatkan kemacetan. Hal serupa terjadi di depan Gandaria City yang dekat dengan Pondok Indah.
Baca juga : F1 Miami, Russell Disalip Pembalap Rookie
Kemacetan juga terjadi di perempatan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebuah sedan putih mogok di tengah genangan air. Warga setempat mendorongnya ke titik yang tidak banjir.
Pada Senin (4/5/2026), hujan deras mengguyur kawasan Megapolitan (Jakarta dan sekitarnya). Di Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, hujan turun sekitar tiga jam.
Di lokasi ini, hujan turun dari sekitar pukul 14.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Saking derasnya, hempasan air hujan tampak seperti asap. Sekitar pukul 18.00 WIB, hujan tinggal rintik-rintik.
Setelah hujan tiga jam, sejumlah sungai atau kali mulai meluap. Antara lain, kali kecil di belakang Komplek Mahkamah Agung (MA), Pamulang Timur.
Cerita reporter Rakyat Merdeka, luapan itu menggenangi jalan di bagian belakang Komplek MA, setinggi sekitar sebetis orang dewasa. Tapi, semakin ja uh dari kali, tinggi genangan cuma sekitar setengah betis. Sedangkan bagian depan komplek, tidak kebanjiran.
Baca juga : Trump Desak China-Korsel Ikut Amankan Selat Hormuz
Berdasarkan laporan videografer Rakyat Merdeka, hujan di kawasan Megapolitan juga disertai petir yang mengakibatkan gangguan kelistrikan Kereta Rel Listrik (KRL), antara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji yang terletak di Tangerang Selatan. Hal ini terkonfirmasi dari keterangan PT KAI melalui media sosialnya.
Akibatnya, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung hanya bisa sampai Stasiun Kebayoran Lama. Terjadi penumpukan penumpang di stasiun ini hingga Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Gangguan kelistrikan baru bisa teratasi pada pukul 20.40 WIB. Setelah itu, para penumpang harus ekstra sabar menunggu giliran naik KRL yang mengarah ke Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. [RAA/DAF/EDY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya