Dark/Light Mode

Iran Kasih Tenggat Waktu 1 Bulan

Trump Janji Bebaskan Kapal Yang Disandera Di Selat Hormuz

Selasa, 5 Mei 2026 07:40 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai saling ancam. Iran memberi tenggat satu bulan kepada AS untuk membuka blokade. Sementara AS sesumbar akan bebaskan kapal "yang disandera" Iran di Selat Hormuz

Berdasarkan laporan media AS Axios, Senin (4/5/2026), batas waktu satu bulan itu diusulkan Iran dalam proposal revisi 14 poin berisi kerangka perjanjian yang diajukan kepada Washington pada Kamis (30/4/2026) lalu. Dua sumber Iran mengungkapkan, tenggat waktu tersebut bertujuan mengamankan kesepakatan yang mencakup akses maritim, penghentian blokade angkatan laut AS, dan gencatan senjata yang langgeng. 

Militer Iran pun mengeluarkan peringatan keras. Pasukan AS akan diserang jika berani mendekati atau memasuki wilayah Selat Hormuz.

"Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, terutama militer AS yang agresif, jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran, dilansir stasiun penyiaran pemerintah Iran, IRIB, Senin (4/5/2026). 

Baca juga : Panas Makkah Kian Terik, Jemaah Lansia Banyak Yang Kelelahan

Teheran menegaskan, keamanan Selat Hormuz berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Dalam kondisi apa pun, jalur aman harus dikoordinasikan dengan militer Iran. 

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, militer AS akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Pembebasan ini, klaim Trump, dilakukan atas dasar kemanusiaan. 

Pembebasan tersebut, ungkap Trump, mulai dilakukan Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat. Ia memastikan militer AS akan menjamin keamanan kapal selama melintasi selat tersebut. 

"Saya telah memberi tahu perwakilan, kami akan menggunakan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat Hormuz," kata Trump, dilansir AFP, Minggu (3/5/2026). 

Baca juga : Ahmad Irawan: Jika Parpol Hanya Punya 13 Kursi, Takkan Efektif

Trump menyebut langkah itu didorong alasan kemanusiaan, mengingat banyak awak kapal yang kini kekurangan makanan. 

"Siapa pun yang mengganggu akan ditindak tegas," tegasnya. 

Berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional, ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut tidak dapat melintasi Selat Hormuz sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu. 

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan siap mendukung langkah tersebut. Sebanyak 15.000 personel militer, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone telah disiagakan. 

Baca juga : Mahfuz Sidiq: Gagasannya Lebih Adil Untuk Semua Parpol

"Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global," kata Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM. 

Di sisi lain, Trump kembali menegaskan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru Iran. Melalui Truth Social, ia menyatakan sulit membayangkan proposal tersebut dapat diterima AS. 

"Iran belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia dan dunia selama 47 tahun terakhir," ujarnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.