BREAKING NEWS
 

Rumah Batik TBIG Gandeng Desainer Profesional, Ciptakan Desain untuk Anak Muda

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 7 Mei 2026 14:57 WIB
Foto: TBIG.

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Batik TBIG menggandeng desainer profesional untuk mendorong lahirnya kreasi batik yang lebih relevan bagi generasi muda.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab perubahan selera pasar sekaligus memperkuat daya saing pembatik muda di industri fashion.

Program pelatihan tersebut telah diselenggarakan pada 21–24 April 2026 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam pengembangan UMKM berbasis budaya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan pembatik muda yang akan berlangsung hingga Juni 2026.

Bagi para pembatik muda binaan Rumah Batik TBIG, menghasilkan batik berkualitas telah menjadi kompetensi dasar melalui pelatihan konsisten yang dijalankan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) TBIG.

Baca juga : Gandeng Danantara, Pramono Bakal Bangun PLTSa Bantargebang dan Kamal Muara

Namun, perkembangan pasar dan pergeseran preferensi konsumen menghadirkan tantangan baru dalam pengembangan usaha batik, khususnya di industri fashion yang terus berubah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, TBIG melalui pilar budaya program CSR menggandeng Indonesia Fashion Chamber (IFC) guna menghadirkan pengetahuan dari para desainer profesional, baik di bidang rancang busana maupun pemasaran.

Pelatihan ini bertujuan mendorong para pembatik muda masuk ke dalam ekosistem industri kreatif, khususnya sektor fashion, termasuk memahami strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Adsense

“Tantangan yang dihadapi pembatik muda saat ini tidak hanya terletak pada kemampuan menciptakan desain, tetapi juga pada pemahaman struktur industri dan pasar dunia fashion,“ jelas Chief of Business Support TBIG, Lie Si An, Kamis (7/5/2026). 

Dia menambahkan, kesiapan memasuki industri menjadi alasan penting hadirnya pelatihan lanjutan yang lebih terstruktur dan berbasis praktik.

Baca juga : Gandeng Saudi German Hospital, Layanan Kesehatan Haji Siap 24 Jam

“Fokus utama program ini adalah menjembatani gap antara kemampuan membatik yang mumpuni dengan kompetensi yang dibutuhkan di industri busana,” tambah Lie Si An.

Program pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat aspek produksi, pengembangan desain, serta strategi pemasaran yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Dalam pelaksanaannya, program CSR dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ini menggandeng Indonesia Fashion Chamber sebagai mitra implementator yang berperan menghadirkan kurikulum, pengajar, serta pendekatan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi menambahkan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi batik di pasar generasi muda melalui pendekatan yang lebih relevan.

“Keberlanjutan batik sebagai warisan budaya sangat bergantung pada kemampuannya beradaptasi dengan selera generasi muda. Karena itu, selain menjaga kualitas, penting bagi pelaku usaha untuk menghadirkan inovasi desain dan strategi pemasaran yang lebih dekat dengan karakter pasar saat ini,” ujarnya.

Baca juga : Menteri Jumhur Akan Pimpin Demo Buruh, Prabowo Desain Kaos Untuk Aksi May Day

Menurutnya, sinergi antara pelaku industri dan komunitas kreatif menjadi kunci dalam memperluas jangkauan batik di pasar yang lebih luas.

“Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin mendorong batik tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense