RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom yang juga Wakil Rektor Universitas Paramadina Handi Risza menilai, pelemahan nilai tukar rupiah hingga level Rp 17.600 per dolar AS tidak lagi sekadar persoalan moneter, melainkan telah menyangkut aspek fiskal dan tata kelola pemerintahan.
Menurut dia, langkah perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan kebijakan moneter, fiskal, dan pembenahan tata kelola pemerintahan secara bersamaan.
Handi mengatakan, pemerintah perlu memulihkan kredibilitas dan independensi Bank Indonesia serta otoritas moneter dan keuangan lainnya guna menjaga kepercayaan pasar terhadap kebijakan yang dijalankan.
Baca juga : BI Dan Bareskrim Musnahkan 466 Ribu Lembar Rupiah Palsu
Selain itu, ia menilai tata kelola kebijakan fiskal juga perlu diperbaiki agar lebih hati-hati dan berkesinambungan di tengah tekanan ekonomi global.
“Perbaiki tata kelola kebijakan fiskal dengan lebih hati-hati dan berkesinambungan,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (15/5/2026).
Handi juga mendorong pemerintah mengevaluasi belanja sejumlah proyek strategis nasional, termasuk melakukan pemangkasan pada program-program tertentu agar anggaran negara lebih efisien.
Baca juga : Hendri Susilo Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United FC
Di sisi lain, pemerintah diminta menjaga komunikasi dan hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan internasional guna memperkuat kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Menurut Handi, upaya lain yang dapat dilakukan untuk menahan tekanan terhadap rupiah ialah mengurangi konsumsi barang impor guna menekan permintaan dolar AS.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan investasi menggunakan rupiah untuk membantu menjaga stabilitas mata uang nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.