Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
LIXIL Kenalkan Konsep Baru Desain Hunian Berkelanjutan
Selasa, 28 April 2026 12:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - LIXIL terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi arsitek, pengembang, desainer interior, serta para profesional di ekosistem industri melalui berbagai inisiatif kolaboratif.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/4/2026), LIXIL menyatakan komitmennya membuka ruang pertukaran wawasan dan memfasilitasi sinergi lintas disiplin agar pelaku industri dapat saling mendukung dan berkembang.
Perusahaan tersebut juga mendorong perspektif baru bahwa kualitas ruang hidup tidak dapat dibangun secara terpisah, melainkan membutuhkan integrasi antara desain, riset, inovasi, serta pemahaman mendalam terhadap isu keberlanjutan.
“Kolaborasi adalah kunci dan standar baru untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik. Lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi lebih luas, mulai dari kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kemajuan pembangunan nasional,” ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara.
Salah satu wujud kolaborasi tersebut ditampilkan melalui paviliun “OASE: Architecture in the Water Cycle” dalam ajang ARCH:ID 2026. Paviliun ini menjadi manifestasi integrasi arsitektur, data lingkungan dan sosial, narasi visual, serta desain lanskap dalam satu pengalaman ruang yang edukatif.
Baca juga : PLN dan PKK DKI Dorong Perempuan Melek Energi Cerdas dan Berkelanjutan
Kolaborasi strategis bersama Mamostudio, Labtek Apung, Sciencewerk, dan Larchstudio sejak tahap inisiasi berhasil mentransformasi paviliun OASE menjadi ruang eksplorasi yang mendalam, dengan mengangkat relasi antara air, sanitasi, dan sejarah perkotaan.
Founder Mamostudio, Adi Purnomo, mengatakan paviliun tersebut lahir dari upaya merespons isu air dan ruang hidup melalui pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif.
“Paviliun ini kami dedikasikan sebagai ‘oase’ yang menghadirkan ruang refleksi publik terhadap isu air dan ruang hidup,” ujar Adi.
Ia juga mengapresiasi komitmen LIXIL yang dinilai tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan di ekosistem industri.
Sementara itu, peneliti Labtek Apung, Novita Anggraini, menjelaskan riset yang dihadirkan dalam paviliun dikembangkan secara lintas disiplin, mencakup ilmu lingkungan, sejarah, arkeologi, hingga perencanaan kota.
Baca juga : Levis Kenalkan Performance Cool Denim dengan Teknologi Pendinginan Alami
Menurut dia, riset tersebut mengangkat sejarah sanitasi, termasuk kondisi Batavia pada masa kolonial yang pernah menghadapi krisis banjir dan wabah penyakit akibat ketergantungan pada sungai dan kanal.
“Persoalan sanitasi dapat memengaruhi tatanan sosial masyarakat. Melalui paviliun ini, publik diajak merefleksikan perjalanan peradaban dalam merespons isu tersebut,” katanya.
Secara global, LIXIL menempatkan kesehatan dan sanitasi sebagai salah satu pilar strategis. Perusahaan tersebut mencatat telah meningkatkan akses sanitasi bagi lebih dari 100 juta orang, berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup serta dampak sosial dan ekonomi.
Untuk memperdalam pemahaman publik, paviliun OASE juga mengintegrasikan elemen lanskap dan pendekatan visual yang saling melengkapi. Elemen seperti air dan tanaman dirancang dapat digunakan kembali untuk proyek lain, sementara storytelling visual digunakan untuk menyederhanakan kompleksitas data menjadi pengalaman yang intuitif.
Selain itu, LIXIL menghadirkan forum diskusi dalam ARCH:ID 2026, antara lain sesi “Step into the Oasis” dan “From Data to Design: Rethinking Architecture Through Environmental Intelligence”.
Baca juga : IIF Raih Pendanaan Rp 1,3 Triliun, Perkuat Sektor Infrastruktur Berkelanjutan
Paviliun OASE menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang tersebut dan meraih penghargaan Best Booth Award ARCH:ID 2026.
Di sisi lain, LIXIL juga terus mendorong penguatan ekosistem arsitektur melalui program LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD).
LADC 2026 akan dibuka pada 18 Mei hingga 5 Juli 2026 dengan tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES”, sementara LDAD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, LIXIL menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas disiplin guna menciptakan arsitektur yang lebih adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya