Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan seluruh unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang rupiah palsu hasil temuan selama periode 2017 hingga November 2025.
Pemusnahan dilakukan di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memberantas peredaran uang palsu dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.
Deputi Gubernur Ricky P. Gozali mengatakan, uang palsu yang dimusnahkan berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), serta hasil pengolahan setoran bank kepada BI secara nasional.
“Uang Rupiah palsu yang dimusnahkan tersebut berjumlah 466.535 lembar, yang berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional selama periode 2017 hingga November 2025,” ujar Ricky, Rabu (13/5/2026).
Baca juga : AS-Iran Gagal Damai: Minyak Meroket, Rupiah Melorot
Ia menjelaskan, BI melakukan klarifikasi terhadap uang yang diragukan keasliannya melalui pemeriksaan tenaga ahli maupun uji laboratorium. Menurut dia, berdasarkan penelitian BI, kualitas uang palsu yang beredar selama ini relatif rendah sehingga dapat dikenali masyarakat melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
Sementara itu, Kepala Bareskrim Polri yang diwakili Wakabareskrim Nunung Syaifuddin menegaskan, peredaran uang palsu berpotensi mengganggu stabilitas perekonomian dan menurunkan kepercayaan publik terhadap rupiah.
“Oleh karena itu, sinergi antara Kepolisian, BI, Botasupal serta seluruh unsur terkait sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” kata Nunung.
Ia mengimbau, masyarakat lebih teliti saat menerima uang tunai dan segera melapor kepada kepolisian atau meminta klarifikasi kepada BI apabila menemukan uang yang dicurigai palsu.
Baca juga : Jasa Marga Catat Rekor Mudik 2026, 270 Ribu Kendaraan Melintas
Sekretaris Umum Botasupal Mulyono mengatakan berbagai strategi terus dilakukan untuk menekan peredaran rupiah palsu melalui langkah yang terkoordinasi dan terintegrasi antarinstansi.
“Upaya pemberantasan Rupiah palsu dilakukan secara aktif melalui rangkaian strategi komprehensif yang terkoordinasi, terintegrasi dan disinkronisasikan serta dijalankan oleh setiap unsur Botasupal sesuai peran dan kewenangannya masing-masing,” ujar Mulyono.
Pemusnahan uang palsu dilakukan menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas berukuran sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang. BI mencatat tren temuan uang palsu terus menurun, dari 5 ppm (piece per million) atau lima lembar per satu juta uang beredar pada 2023 menjadi 4 ppm pada periode 2024-2025.
Penurunan tersebut didukung penguatan kualitas bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman rupiah yang semakin modern sehingga lebih mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Baca juga : ASDP Dukung BUMN Gelar Mudik Gratis Untuk 116 Ribu Pemudik
Peningkatan kualitas uang rupiah juga mendapat pengakuan internasional, antara lain melalui penghargaan Seri Uang Terbaik (Best New Banknote Series) untuk Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 pada IACA Currency Awards 2023.
Selain itu, uang rupiah kertas pecahan Rp 50.000 Tahun Emisi 2022 meraih peringkat kedua dunia sebagai mata uang paling aman dan sulit dipalsukan versi BestBrokers pada November 2024.
BI bersama Botasupal juga terus menggalakkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenali keaslian uang melalui metode 3D serta menjaga kondisi uang dengan prinsip 5 Jangan, yakni jangan dilipat, dicoret, distapler, diremas, dan dibasahi.
BI menegaskan, akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur Botasupal, Mahkamah Agung, dan pengadilan negeri di pusat maupun daerah guna menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya