BREAKING NEWS
 

Nasabah PNM ULaMM Denpasar Sulap Limbah Kayu Pantai Jadi Kerajinan Tembus Ekspor

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 17 Mei 2026 14:05 WIB
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Tumpukan kayu yang terbawa ombak dan menepi di pesisir pantai Bali kerap dianggap sebagai sampah.

Namun, di tangan Wayan Sudira, limbah kayu laut tersebut justru diubah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi yang menembus pasar internasional.

Melalui usaha Ulu Sari Handicraft, Wayan memanfaatkan kayu-kayu yang terdampar di pantai untuk dijadikan berbagai produk kerajinan.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin 14 mengenai perlindungan ekosistem laut.

Baca juga : Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Perkuat Ekonomi Keluarga

Sejak bergabung dengan PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) pada 2017, Wayan mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang membantu perkembangan bisnisnya.

Kini, Ulu Sari Handicraft telah memiliki dua workshop di Singaraja dan Tegallalang dengan total 45 karyawan.

Adsense

Sebagian pekerja yang direkrut merupakan masyarakat sekitar, anggota keluarga, hingga mantan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19.

“Semua ini titiang yakini karena jalan Tuhan. Dari kayu yang terbuang, astungkara bisa menjadi rezeki untuk keluarga, untuk karyawan, dan untuk orang-orang di sekitar. Jadi yang bisa kami lakukan adalah terus bersyukur, menjaga kepercayaan, dan bekerja sebaik-baiknya,” ujar Wayan.

Baca juga : Pemberdayaan BRI Perkuat Lompatan Desa Sumberejo Pacitan Jadi Motor Ekonomi Desa

Di tengah lesunya banyak usaha mikro dan kecil saat pandemi, Ulu Sari Handicraft justru mengalami peningkatan permintaan dari pasar luar negeri.

Produk kerajinan buatannya kini rutin dikirim ke berbagai negara seperti Selandia Baru, Australia, Prancis, Belgia, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Bagi Wayan, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian bisnis, melainkan juga bentuk syukur karena dapat mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kisah Wayan menjadi salah satu contoh bagaimana pembiayaan dan pendampingan PNM mampu memperluas dampak usaha mikro dan kecil, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Baca juga : Lolos Ke Perempat Final Piala Afrika, Pantai Gading Tantang Mesir

Ulu Sari Handicraft menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan sekitar dapat melahirkan peluang baru, membuka lapangan kerja, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense