Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebulan Pascabencana Sumatera, Bantuan Pertamina Terus Mengalir
Senin, 29 Desember 2025 15:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Satu bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, upaya pemulihan masih terus berlangsung. Di tengah tantangan kerusakan infrastruktur dan keterbatasan akses, PT Pertamina (Persero) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga menjangkau masyarakat di wilayah terdampak dan terisolasi.
Sejak 25 November 2025, Pertamina bergerak cepat mendistribusikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut meliputi bahan pokok dan makanan siap saji, perlengkapan logistik, kebutuhan kesehatan, hingga dukungan energi untuk menopang layanan vital dan aktivitas masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, bantuan kemanusiaan yang terus mengalir ke wilayah terdampak merupakan wujud komitmen Pertamina untuk senantiasa hadir dan mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“Selama lebih dari 30 hari pascabencana di Sumatera, Pertamina hadir di tengah masyarakat di berbagai wilayah terdampak. Berbagai bentuk bantuan kemanusiaan telah menjangkau 86.289 jiwa. Kami akan terus membersamai dan berjuang memulihkan aktivitas masyarakat,” ujar Baron dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Baca juga : Awal Januari 2026, Siswa Terdampak Bencana Sumatera Ditargetkan Sekolah Lagi
Baron menjelaskan, bantuan telah disalurkan ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, Pertamina juga mendirikan posko gabungan Pertamina Peduli, masing-masing empat posko di Aceh, satu posko di Sumatera Utara, dan satu posko di Sumatera Barat. Pertamina turut mengelola empat dapur umum yang berlokasi di Bukit Suling–Rantau, Disdukcapil Aceh Tamiang, Paloh Raya Aceh Utara, serta Sibolga di Sumatera Utara.
Dalam penyaluran bantuan, Pertamina mengerahkan berbagai moda transportasi melalui jalur udara, laut, dan darat. Bantuan dikirim menggunakan pesawat Hercules TNI, helikopter, kapal PT Pertamina Trans Kontinental dan Pertamina International Shipping, hingga kendaraan logistik berupa mobil dan truk.
“Di tengah keterbatasan akses, kami berupaya semaksimal mungkin agar bantuan dapat segera sampai ke tangan masyarakat,” katanya.
Pada posko pengungsian dan dapur umum, Pertamina juga memberikan dukungan energi berupa penyaluran Avtur sebesar 253 kiloliter (KL), Pertamax dan Dexlite sebanyak 103,2 KL, serta Bright Gas sebanyak 1.471 tabung untuk memastikan operasional logistik, dapur umum, dan layanan vital tetap berjalan.
Baca juga : Banyak Jalur Sudah Terbuka, 19 Daerah Di Sumatera Tetapkan Transisi Darurat
Selain itu, Pertamina turut mendukung pemulihan layanan dasar dengan menyediakan sumber kelistrikan dan komunikasi. Perusahaan membangun 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga lokasi terdampak serta menyalurkan 24 perangkat komunikasi Starlink di tiga lokasi guna menjaga konektivitas dan koordinasi di tengah keterbatasan infrastruktur.
Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, Pertamina menyalurkan bantuan air layak konsumsi di 100 titik di wilayah Lhokseumawe. Di Aceh Tamiang, Pertamina menyalurkan sebanyak 1.452.500 liter air bersih menggunakan 191 mobil tangki. Perusahaan juga melakukan perbaikan lima fasilitas sanitasi, reaktivasi 12 sumur, serta pembangunan tiga sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Upaya penanganan kemanusiaan ini melibatkan 382 relawan Pertamina Peduli yang diterjunkan secara bertahap dalam empat gelombang dan telah bertugas sejak hari-hari awal bencana. Para relawan berperan dalam distribusi logistik, pengelolaan posko dan dapur umum, serta pendampingan masyarakat terdampak.
Untuk mendukung layanan kesehatan, Pertamina juga menurunkan 72 tenaga medis yang terdiri atas 24 dokter dan 48 perawat. Tim medis tersebut telah memberikan layanan kesehatan langsung kepada 1.312 warga terdampak.
Baca juga : Ongen: Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Harus Dimulai dari Hulu
“Pertamina tidak bergerak sendiri. Seluruh upaya tanggap darurat ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian ESDM, BP BUMN, Danantara, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta anak usaha dan afiliasi Pertamina,” kata Baron.
Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya