BREAKING NEWS
 

RI-Singapura Kerja Sama Ekonomi Hijau Dan Teknologi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 23 Mei 2026 06:45 WIB
Indonesia dan Singapura melaksanakan pertemuan The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Bilateral Working Group (SOM 6WG) pada Kamis, (21/05).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Singapura memperluas kolaborasi strategis di sektor ekonomi dan teknologi melalui penguatan kerja sama pada lima bidang prioritas. Yakni industri, energi hijau, kesehatan, agribisnis dan promosi investasi.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Bilateral Working Group (SOM 6WG) pada Kamis (21/5/2026), yang menjadi forum evaluasi dan penguatan kerja sama ekonomi bilateral kedua negara.

Acara itu mempertemukan Indonesia dan Singapura dalam enam kelompok kerja utama, mencakup kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), investasi, transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, serta agribisnis.

Agenda dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi bersama Permanent Secretary Ministry of Trade and Industry Singapura Beh Swan Gin.

Edi mengatakan, arah kemitraan kedua negara harus lebih berkelanjutan, inklusif dan berbasis inovasi untuk menjawab tantangan global.

Baca juga : Demokrat Kalsel Buka Peluang Calon Eksternal

“Kerja sama Indonesia dan Singapura perlu diarahkan kepada upaya menjawab tantangan perkembangan dunia di sektor strategis. Seperti kawasan industri yang berkelanjutan, pengembangan infrastruktur digital, ekonomi hijau, teknologi pertanian dan pengembangan talenta-talenta digital,” ujarnya.

Pertemuan juga mengevaluasi capaian enam kelompok kerja sepanjang 2025–2026. Termasuk berbagai kebijakan baru di kawasan BBK dan KEK yang dinilai memperkuat kepastian investasi dan efisiensi birokrasi.

Salah satu perkembangan penting adalah perluasan kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, serta penguatan regulasi perizinan yang dinilai meningkatkan daya tarik investasi asing di Indonesia.

Di sektor investasi, kedua negara memperluas kerja sama pada lima bidang prioritas. Termasuk pengembangan industri, energi hijau, kesehatan, agribisnis dan promosi peluang investasi.

Adsense

Kerja sama konkret juga diwujudkan melalui pengembangan proyek energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sulawesi Tengah dan proyek biometanol di Sumatera Utara yang melibatkan lembaga riset dan badan usaha milik negara kedua negara.

Baca juga : Jaksa KPK Sebut Ada Amplop Kode Angka Untuk Petinggi BC

Selain itu, kerja sama di sektor transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan dan agribisnis turut diperkuat melalui program pengembangan sumber daya manusia, konektivitas, dan promosi wisata bersama.

Edi menyampaikan apresiasi atas dukungan Singapura terhadap implementasi berbagai kesepakatan bilateral yang telah dijalankan kedua negara.

“Penguatan kerja sama Indonesia-Singapura dalam kerangka 6 WG diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Secara statistik, Singapura masih menjadi salah satu mitra utama perdagangan dan investasi Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 32,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp580 triliun, tumbuh 3,9 persen dalam lima tahun terakhir.

Dalam bidang investasi, Singapura tercatat sebagai investor asing terbesar di Indonesia dengan total investasi mencapai 75,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.336 triliun dalam lima tahun terakhir. Investasi tersebut berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 820.000 lapangan kerja di berbagai sektor.

Baca juga : AS Tunda Pasokan Senjata Ke Taiwan

Pada 2025 saja, investasi Singapura di Indonesia mencapai 17,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp308 triliun.

Permanent Secretary Beh menegaskan komitmen Singapura untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, transisi hijau, dan agriteknologi.

“Kami meyakini pertemuan ini akan semakin mempererat hubungan kemitraan kedua negara melalui implementasi kerja sama konkret untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif kedua negara,” ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan Summary of Discussion (SoD) yang menjadi dasar penyusunan agenda lanjutan pada pertemuan tingkat menteri SOM 6WG pada Juni 2026. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 23 Mei 2026 dengan judul "RI-Singapura Kerja Sama Ekonomi Hijau Dan Teknologi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense