BREAKING NEWS
 

Perusahaan Siber Zentara Kantongi Sertifikasi ISO 42001 untuk Sistem AI

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 26 Mei 2026 07:53 WIB
Zentara, perusahaan teknologi keamanan siber dan intelijen asal Indonesia. (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan keamanan siber asal Indonesia, Zentara Technologies, resmi mengantongi sertifikasi internasional ISO/IEC 42001:2023 untuk Sistem Manajemen Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence Management Systems/AIMS). Dengan capaian ini, Zentara menjadi perusahaan keamanan siber pertama di Indonesia yang lolos audit standar global tata kelola AI.

Sertifikasi tersebut diterbitkan Prescient Security pada 27 April 2026 di bawah akreditasi International Accreditation Service (IAS). Standar ini menjadi acuan internasional dalam memastikan penggunaan AI dilakukan secara bertanggung jawab, terukur, dan memiliki kontrol risiko yang jelas.

CEO Zentara Technologies, Regal Rauniyar Star, mengatakan pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi industri teknologi nasional.

“Zentara menjadi perusahaan keamanan siber pertama di Indonesia, sekaligus salah satu perusahaan teknologi paling awal di dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi ini,” ujarnya.

Sertifikasi mencakup sistem AI yang digunakan di Zentara Technologies dan Zentara Labs, termasuk teknologi SIEM (ZX), AI Vulnerability Assessment System (AVAS), serta infrastruktur cloud di AWS dan Google Cloud Platform.

Baca juga : Kemenag Tekankan Spirit Kiai Wahab untuk Pesantren dan NKRI

Tak hanya tim teknis, sertifikasi juga mencakup berbagai divisi seperti Cybersecurity, IT Support, Compliance dan InfoSec, Procurement, HR dan Legal, hingga Zentara Labs yang fokus pada pengembangan produk dan riset AI.

Sebelumnya, Zentara juga telah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001 untuk manajemen keamanan informasi. Dengan demikian, Zentara kini memiliki dua sertifikasi penting tersebut sekaligus.

ISO/IEC 42001 merupakan standar internasional pertama yang secara khusus mengatur tata kelola kecerdasan buatan di organisasi. Standar ini mengawasi seluruh siklus hidup AI, mulai dari pengelolaan data, pengembangan model, implementasi, pemantauan, penanganan insiden, hingga penghentian sistem AI.

Sertifikasi ini juga dinilai penting karena mulai menjadi rujukan regulator global, termasuk dalam penyelarasan dengan EU AI Act dan kebijakan AI yang tengah berkembang di Indonesia maupun Singapura.

Adsense

Presiden sekaligus Co-founder Zentara Technologies, Darian Kuswanto, menyebut sertifikasi ini bukan sekadar formalitas dokumen, melainkan pembuktian bahwa sistem AI perusahaan benar-benar berjalan dan diaudit.

Baca juga : Pembaruan Besar dari iPhone 16e! Review & Spesifikasi iPhone 17e

“Klien kami di sektor perbankan, pemerintahan, dan infrastruktur vital perlu kepastian bahwa AI yang kami gunakan punya tata kelola yang jelas, bukan sekadar improvisasi,” kata Darian.

Sebagai informasi, Sistem AIMS Zentara mencakup Zentara Technologies (divisi komersial) dan Zentara Labs (R&D), dengan cakupan:

● Tata kelola: AI risk register, inventaris model, dan review berkala oleh komite tata kelola AI lintas fungsi.

● Kontrol siklus hidup: prosedur terdokumentasi untuk pengelolaan data, evaluasi model, pengawasan manusia, dan pemantauan pasca implementasi.

● Respons insiden: integrasi kriteria insiden khusus AI ke dalam jalur eskalasi Security Operations Center (SOC) 24/7 milik Zentara.

Baca juga : PGN Raih Sertifikasi ISO 55001 Untuk Pengelolaan Infrastruktur Gas

● Audit trail: pencatatan keputusan untuk penggunaan AI berisiko tinggi yang disimpan untuk kebutuhan review dan audit eksternal.

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense