RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka masih melemah, pasca libur panjang Idul Adha, sebesar 0,07 persen ke level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.846 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,05 persen, ringgit Malaysia naik 0,27 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, yen Jepang turun 0,04 persen, won Korea Selatan minus 0,52 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.
Baca juga : Sambut Libur Idul Adha, ASDP Tingkatkan Kesiapsiagaan Cuaca Dinamis Selat Bali
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,01 persen ke level 98,96.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,01 persen ke level Rp 23.886, terhadap euro menguat 0,10 persen ke level Rp 20.500, terhadap dolar kanada naik 0,16 perse ke level Rp 12.953, dan terhadap dolar Australia naik 0,44 persen ke level Rp 12.784.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menurun Ke Level Rp 17.676 Per Dolar AS
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS di pasar global.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah merespons laporan bahwa AS dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata.
Baca juga : Pasca BI Rate Naik, Pagi Ini Rupiah Naik Tipis di Level Rp 17.652 Per Dolar AS
Data inflasi PCE AS yang lebih lemah dari perkiraan juga menekan dolar AS," ujarnya Jumat (29/5/2026).
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah akan berada dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.