Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (8/5/2026) pagi dibuka melemah 0,12 persen atau 20 poin menjadi Rp 17.350 per dolar AS.
Posisi tersebut lebih rendah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.330 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yuan China melemah 0,03 persen, won Korea Selatan turun 0,55 persen, sementara ringgit Malaysia menguat 0,15 persen.
Selain itu, dolar Singapura naik 0,02 persen, yen Jepang menguat 0,02 persen, dan dolar Hong Kong bertambah 0,04 persen terhadap dolar AS.
Baca juga : IHSG Dibuka Menguat Ke Level 7.182
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat menguat 0,20 persen ke level 98,13.
Rupiah juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya, antara lain terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,29 persen ke level Rp 23.538 dan terhadap dolar Australia naik 0,28 persen menjadi Rp 12.523.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi bergerak terbatas di tengah penguatan dolar AS yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang rebound menyusul insiden saling baku tembak antara kapal AS dan Irak,” ujar Lukman di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Level Rp 17.326 Per Dolar AS
Namun demikian, ia menilai pelemahan rupiah masih relatif terbatas karena pelaku pasar masih menunggu perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran.
Menurut dia, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku sehingga investor cenderung bersikap wait and see terhadap respons Iran atas usulan kesepakatan damai dari AS.
Selain sentimen geopolitik, pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting, mulai dari posisi cadangan devisa Indonesia hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat.
“Investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini dan data tenaga kerja AS nonfarm payroll malam ini,” katanya.
Baca juga : Rabu Pagi, Rupiah Menguat Ke Rp 17.383
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp 17.300 hingga Rp 17.400 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya