BREAKING NEWS
 

Ganggu Jalur Kereta Cepat, 452 Layang-Layang Diamankan KCIC

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 11 Juni 2026 11:52 WIB
Petugas mengamankan Jalur Kereta Cepat dari Layang-layang. (Foto : KCIC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki masa libur sekolah Juni 2026, PT KCIC kembali mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang di sekitar jalur operasional kereta cepat Whoosh. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta cepat.

Sepanjang 2024 hingga Mei 2026, petugas KCIC tercatat telah mengamankan 452 layang-layang beserta benangnya di sekitar jalur operasional Whoosh, khususnya di kawasan Padalarang, Cimahi, dan Bandung.

Jumlah temuan itu terdiri dari 25 kasus pada 2024, kemudian melonjak menjadi 317 kasus sepanjang 2025, dan mencapai 110 kasus pada periode Januari hingga Mei 2026. General Manager Corporate Secretary Eva Chairunisa mengatakan, pihaknya terus melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur operasional Whoosh.

Baca juga : Prabowo Janji Perhatikan Nasib Nelayan: Tak Boleh Lagi Diabaikan

“Memasuki masa libur sekolah, kami mengajak orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain. Layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh,” ujar Eva.

KCIC mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal tiga kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Pasalnya, layang-layang yang putus berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), yang menjadi sumber tenaga utama operasional kereta cepat.

Adsense

Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi. Jika layang-layang maupun benangnya tersangkut, kondisi itu dapat merusak jaringan listrik aliran atas hingga pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik selama perjalanan. Gangguan tersebut tak hanya membahayakan keselamatan perjalanan, tetapi juga dapat memicu gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang.

Baca juga : Sejahterakan Guru, Berikut Sederet Upaya yang Dilakukan Kemenag

Sebagai langkah pencegahan, KCIC rutin melakukan patroli di sepanjang jalur operasional, memasang papan imbauan keselamatan, serta mengamankan layang-layang dan benang yang ditemukan di sekitar lintasan.

Selain itu, KCIC juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga terkait pentingnya menjaga keamanan jalur kereta cepat.

Tak hanya pengawasan di lapangan, KCIC juga aktif menggelar program sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan pelajar di sekitar jalur operasional.

Baca juga : Bangganya Mauro Zijlstra Cetak Gol Perdana Bareng Timnas

Sepanjang 2024 hingga Mei 2026, KCIC telah melaksanakan 46 kegiatan sosialisasi keselamatan yang menjangkau 38 sekolah tingkat SD hingga SMP dengan total 7.827 siswa, serta masyarakat di enam kecamatan yang dinilai rawan gangguan layang-layang.

“Keselamatan operasional Whoosh tidak hanya mengandalkan teknologi dan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan jalur kereta cepat, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu operasional, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di sekitar jalur Whoosh,” tutup Eva.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense