BREAKING NEWS
 

Disambut Positif Himbara, Kenaikan BI Rate Perkuat Kepercayaan Investor

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 12 Juni 2026 06:40 WIB
Direktur Finance & Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Novita Widya Anggraini. (Foto: Dok. Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,5 persen. Bank pelat merah meyakini, kebijakan itu diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi dan memperkuat kepercayaan investor.

Direktur Finance & Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Novita Widya Anggraini menyampaikan, kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen tersebut mencerminkan ketegasan Bank Sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dinamika eksternal, termasuk eskalasi di Timur Tengah (Timteng) dan arus keluar investasi portofolio asing. 

“Stabilitas yang terjaga merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi, kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, serta penciptaan ruang pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang,” kata Novita dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Menurut Novita, terlepas dari arah pergerakan suku bunga, perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi melalui fungsi intermediasi dan layanan transaksi yang andal. 

Sejalan dengan hal tersebut, imbuh Novita, Bank Mandiri akan terus memperkuat strategi ekosistem value chain

Baca juga : Udara Di Jakarta Berasap, Masuk Kategori Tak Sehat

“Serta meningkatkan kapabilitas digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat luas dan aktivitas usaha secara berkelanjutan,” ucapnya. 

Adapun setiap penyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, dinamika likuiditas, serta pengelolaan risiko yang prudent. 

Ke depan, tegas Novita, Bank Mandiri optimistis dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan masyarakat.

“Sebagaimana peran kami sebagai agent of development dalam mendorong penciptaan nilai tambah di berbagai sektor ekonomi,” jelas Novita. 

Senada, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Okki Rushartomo juga menilai, kenaikan BI Rate ini merupakan langkah untuk menjaga stabilitas makroekonomi, di tengah tantangan dinamika global saat ini. 

Baca juga : Amerika Serikat Vs Paraguay, Tuan Rumah Bakal Agresif

“Kami tetap akan menjalankan fungsi intermediasi secara selektif dan produktif guna mendukung sektor riil,” ujar Okki kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Dikatakan Okki, kebijakan moneter BI mencerminkan respons yang terukur dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan tekanan inflasi, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional. 

Pihaknya memandang kenaikan BI Rate sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. 

“Stabilitas yang terjaga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor riil maupun industri perbankan,” katanya. 

Menurut Okki, stabilitas makroekonomi menjadi prasyarat penting bagi sektor perbankan, untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan. 

Baca juga : Kalahkan Nigeria 2-1,  Portugal Panaskan Mesin

Dengan kondisi pasar yang lebih terkendali, bank memiliki ruang untuk menjaga penyaluran pembiayaan secara prudent, selektif, dan produktif. 

“BNI tetap mencermati potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit. Terutama dari sektor usaha yang sensitif terhadap perubahan biaya dana,” jelasnya. 

Adsense

Perseroan juga akan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan perkembangan kondisi makroekonomi, arah kebijakan moneter, serta kebutuhan pembiayaan nasabah. 

Tak hanya itu, di tengah dinamika suku bunga, emiten berkode saham BBNI ini memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan dan proses bisnis. 

Pemanfaatan teknologi digital dilakukan pada berbagai aspek operasional. Termasuk pengembangan layanan perbankan, peningkatan pengalaman nasabah, serta optimalisasi proses kredit agar semakin cepat, efektif, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense