Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lindungi 33,2 Juta Keluarga Rentan
Pemerintah Tambah Bantuan Beras 3 Bulan
Kamis, 11 Juni 2026 08:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menambah penyaluran Bantuan Pangan Beras selama tiga bulan untuk periode 2026. Keputusan ini diambil untuk melindungi 33,24 juta keluarga rentan.
Sebelumnya, Bantuan Pangan Beras sebesar 10 kilogram per bulan berlangsung di semester I-2026 saja. Kini, bantuan itu diperpanjang untuk tiga bulan berikutnya.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa penambahan tersebut untuk menjaga stabilitas pangan dan melindungi masyarakat rentan dari dampak gejolak ekonomi maupun potensi kenaikan harga bahan pokok. Total kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 1 juta ton.
"Bantuan akan diberikan kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi 10 kilogram (kg) beras per KPM pada setiap periode penyaluran," terang Zulhas, dalam keterangan resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (10/6/2026).
Kebijakan tersebut, kata Zulhas, merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan masyarakat tak terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang musim kemarau.
Baca juga : Trik Hemat Jemaah Hindari Denda Overbagasi
Zulhas menjelaskan, penyaluran tambahan Bantuan Pangan Beras akan dimulai pada Juli 2026. Sementara, dua tahap berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi musim paceklik dan perkembangan situasi pangan nasional.
"Kita harapkan 34 juta masyarakat kita yang paling rentan tidak terdampak oleh pelemahan rupiah atau perubahan apa pun," tambah Ketua Umum PAN ini.
Bapanas mendukung penuh kebijakan ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat. "Bantuan Pangan menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap terlindungi," ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.
Dia menambahkan, program Bantuan Pangan yang telah berjalan sepanjang 2026 menunjukkan progres signifikan. Realisasi penyaluran Bantuan Pangan periode Februari–Maret 2026 telah mencapai 62,16 persen atau diterima oleh 20,6 juta KPM di seluruh Indonesia. Sebanyak 413,3 ribu ton beras dan 82,6 ribu kiloliter minyak goreng telah tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Tambahan penyaluran Bantuan Pangan Beras ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan pangan Pemerintah, stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta berbagai intervensi terhadap komoditas pangan strategis.
Baca juga : Efek Dolar Naik, Pengrajin Tempe Kena Imbasnya
"Dengan tambahan bantuan selama tiga bulan tersebut, Pemerintah berharap akses pangan masyarakat rentan tetap terjaga sekaligus memperkuat perlindungan sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi dan iklim yang berpotensi memengaruhi kondisi pangan nasional," ujarnya.
Perum BULOG siap melaksanakan penugasan tambahan Pemerintah dalam program Bantuan Pangan tiga bulan yang akan dimulai Juli 2026. Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memadai, infrastruktur pergudangan tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan distribusi telah teruji dalam pelaksanaan berbagai program Pemerintah.
"BULOG siap melaksanakan penugasan tambahan Bantuan Pangan. Kami optimistis program ini berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ahmad Rizal.
Dia meyakini, penyaluran Bantuan Pangan merupakan salah satu instrumen strategis Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat daya beli masyarakat, serta membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Dia berjanji, BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh penugasan Pemerintah di bidang pangan dapat terlaksana secara efektif. "Serta memberikan dampak positif bagi masyarakat," tuturnya.
Baca juga : Masa Jabatan Kapolri Tergantung Presiden
Pengamat pertanian Center of Reform on Economics (Core) Eliza Mardian menilai, kebijakan ini tepat sebagai langkah jangka pendek menjaga konsumsi rumah tangga kelompok rentan. Bantuan pangan ini berfungsi sebagai penyangga sementara (short term stabilizer) yang langsung menyasar masyarakat berpenghasilan rendah sebagai kelompok yang paling terdampak pelemahan daya beli.
"Di tengah kondisi pelemahan daya beli, setidaknya bantuan ini memastikan akses pemenuhan kalori pokok bagi kelompok desil bawah," ujar Eliza.
Dia menambahkan, kondisi CBP yang dikelola Perum Bulog saat ini cukup memadai untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. Hingga Mei 2026, stok CBP tercatat mencapai sekitar 5,3 juta ton, lebih tinggi dibandingkan target pemerintah sebesar 4 juta ton. NOV/FAQ
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya