Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Selatan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, penangkapan ini merupakan lanjutan dari operasi senyap di Sumatera Selatan dan Jakarta yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison.
“Tangkap tangan kali ini berkaitan dengan dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim, Sumatera Selatan kepada pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (10/6/2026).
Baca juga : Penguatan Organisasi, PSI Aceh Bakal Roadshow Ke Seluruh Kabupaten/Kota
Budi melanjutkan, dugaan suap ini berkaitan dengan temuan BPK dalam pengadaan Smart TV atau Smart Board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim.
Suap diberikan agar BPK “menutup” atau cover up temuan-temuan yang berkaitan dengan pengadaan-pengadaan yang ada di Kabupaten Muara Enim.
“Ini nanti kami akan terus kami dalami dari para pihak yang sudah diamankan dalam tangkap tangan ini,” ucapnya.
Baca juga : Bantah Punya Yayasan Kelola SPPG, Hanura Dukung Program MBG
Saat ini, kata Budi, lima pegawai BPK itu masih diperiksa secara intensif. Sementara itu, pimpinan KPK sudah melakukan ekspose atau gelar perkara.
“Sudah diputuskan naik ke tahap penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan sah,” imbuhnya.
Selanjutnya, lanjut Budi, penyidik akan menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga : Pertamina Terjunkan Kapal Pembersih Sampah Modern
Sebelumnya, KPK menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan suap di lingkungan Kabupaten Muara Enim, yang dibongkar lewat OTT di Sumsel dan Jakarta, Senin (8/6/2026) hingga Selasa (9/6/2026).
Keempatnya ialah Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison; Sekretaris Dinas Dikbud tahun 2026, ABN; pihak swasta yang juga keponakan bupati, AD; serta CRH selaku Marketing PT MSA.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya