BREAKING NEWS
 

Sukses Raih Investasi Rp 353 Triliun

KEK Senjata Andalan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 12 Juni 2026 05:23 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

KEK merupakan instrumen stra tegis melalui penguatan tata kelola kawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.

“KEK memiliki peran strategis mendorong investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat melantik Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Keuangan pada Administrator KEK Lido di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Susiwijono menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian nasional. Mulai dari tingginya ketidakpastian global, dinamika nilai tukar rupiah, hingga fluktuasi pasar keuangan.

Baca juga : Ketum Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Terutama bagi jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, yang memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian berbagai indikator ekonomi nasional.

Karena itu, dia berharap seluruh pengelola KEK dapat memperkuat kinerja dan mempercepat pengembangan kawasan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin optimal. “Tugas teman-teman di KEK menjadi sangat penting untuk terus mendorong kinerja kawasan, khususnya dalam menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi terha dap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di masing-masing daerah,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, realisasi investasi di KEK secara kumulatif sejak 2012 hingga triwulan I-2026 mencapai Rp 353 triliun. Investasi tersebut berasal dari 365 badan usaha dan pelaku usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 273.301 orang.

Adsense

Menurutnya, diperlukan upaya penguatan link and match antara kebutuhan KEK dengan kurikulum dan kapasitas pelatihan. Termasuk langkah proaktif dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK dalam bekerja sama dengan dengan Kementerian Ketena gakerjaan (Kemnaker) guna memastikan pemenuhan kebutuhan pekerja secara cepat dan tepat.

Baca juga : Ekonomi RI Keluar Dari Kutukan Pertumbuhan 5 Persen

Pada triwulan I-2026, tambahan investasi di KEK tercatat sebesar Rp 17,5 triliun atau sekitar 25 persen dari target tahun ini. Sementara penyerapan tenaga kerja bertambah 24.229 orang atau setara 47 persen dari target 2026.

Sebanyak 10 KEK telah mencapai lebih dari 25 persen target investasi. Sedangkan 11 KEK te lah memenuhi 25 persen target pe nyerapan tenaga kerja.

Kinerja KEK juga mendapat penguatan dari hasil kajian Prospera yang menunjukkan wilayah dengan KEK mampu menarik Penanaman Modal Asing (PMA) hingga 173 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah tanpa KEK. Selain itu, keberadaan KEK turut meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekitar 4 persen.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlang ga Hartarto menegaskan, Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga kualitas dan dampak ekonomi yang dihasilkan.

Baca juga : Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Dan Kesehatan

“KEK diharapkan dapat men jadi katalis pertumbuhan, sekaligus akselerator dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan eko nomi nasional sebesar 8 persen,” ujar Airlangga di Jakarta, 26 April 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Airlangga menekankan pentingnya dukungan lintas kementerian dan lembaga. Termasuk percepatan pembangunan infrastruktur wilayah serta penyederhanaan perizinan berusaha.

Dia juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur digital guna mendukung kebutuhan pembangunan pusat data (data center), seiring pesatnya perkem ba ngan tek nologi seperti kecer dasan bua tan (artificial intelligence) dan komputasi kuantum (quantum computing).

Menurut Airlangga, terdapat dua kawasan strategis yang berpotensi menjadi landing point pengembangan data center di Indonesia, yakni KEK di Batam dan KEK Bitung. “KEK membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga, percepatan pembangunan infra struktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha,” terang Airlangga. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense