Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dipercaya Investor Asing & Lokal
Ekonomi RI Keluar Dari Kutukan Pertumbuhan 5 Persen
Jumat, 8 Mei 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonomi Indonesia mulai keluar dari “kutukan” 5 persen setelah tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026. Capaian tersebut didorong kuatnya fundamental ekonomi dan tetap terjaganya kepercayaan investor.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa perekonomian nasional mulai keluar dari stagnasi pertumbuhan di kisaran 5 persen dalam satu dekade terakhir.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, capaian tersebut membuktikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh lebih tinggi di tengah tekanan dan ketidakpastian global.
“Jadi clear sekali, kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Ekonomi lagi bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Baca juga : Tiba Di Manila, Prabowo Akan Bicara Ketahanan Energi
Purbaya meminta, seluruh pihak menjaga optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Menurut dia, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengelolaan ekonomi yang baik karena mampu menciptakan pertumbuhan lebih cepat tanpa tambahan anggaran besar.
“Jangan dijelek-jelekin terus. Fiskal bagus dibilang jelek, deposito terkendali dibilang itu yang membuat nilai tukar melemah,” katanya.
Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4 persen. “Kita akan dorong ke arah 6 persen sampai akhir tahun,” katanya.
Dia menilai, berbagai program prioritas pemerintah mulai menunjukkan hasil positif terhadap perekonomian nasional. “Nanti kalau program-program lain yang baru mulai berjalan dan dampaknya mulai kelihatan di ekonomi, harusnya tumbuhnya akan lebih cepat,” jelasnya.
Baca juga : Trump Klaim Iran Setuju Soal Nuklir, Perang Di Selat Hormuz Mendingin
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen bukan terjadi secara otomatis. Menurut dia, capaian itu hasil dari berbagai kebijakan pemerintah, terutama di sektor fiskal.
“Tentu ini bukan autopilot. Kalau kita lihat sumber-sumber pertumbuhannya, baik dari sisi demand maupun supply, memang ada dorongan dari kebijakan pemerintah, termasuk fiskal,” ujar Juda dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2026 yang digelar secara daring, Kamis (7/5/2026).
Juda mengatakan, pemerintah berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro. Salah satu indikatornya adalah inflasi yang tetap rendah dan stabil di level 2,42 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Juda, pengendalian inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat. Pemerintah juga mempertahankan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar harga harganya tidak melonjak di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga : 10 Titik Layanan Jemaah Siaga 24 Jam Di Masjid Al-Haram
Selain itu, pemerintah melakukan penyesuaian belanja negara melalui refocusing anggaran guna menjaga defisit fiskal tetap terkendali di bawah 3 persen.
Menurut dia, kepercayaan investor asing dan lokal terhadap kondisi fiskal Indonesia juga masih terjaga. Hal itu tercermin dari stabilitas kinerja Surat Berharga Negara (SBN) di tengah ketidakpastian global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya