BREAKING NEWS
 

Iwan Bule Tuntaskan Sidak Marathon Jatim Balinus, Fokus Jaga Energi Bali

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 14 Juni 2026 17:43 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan saat kunjungan kerja marathon selama tujuh hari di wilayah Jawa Timur, Bali. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan menuntaskan kunjungan kerja marathon selama tujuh hari di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pasokan energi di kawasan strategis pariwisata nasional menjelang puncak musim liburan.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu memulai rangkaian agenda dengan peluncuran kapal Autonomous Trash Skimmer di Pantai Sekeh, Bali, untuk membantu penanganan sampah laut di kawasan pesisir. Setelah itu, Iriawan bergerak meninjau sejumlah fasilitas energi penting, mulai dari Aviation Fuel Terminal (AFT) dan Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, AFT El Tari dan FT Tenau Kupang, hingga AFT Ngurah Rai Bali.

Baca juga : Sari Yuliati Pimpin Kosgoro 1957, Fokus Cetak Kader Berkualitas

Di sela kunjungan, Iriawan juga menyempatkan diri memantau pelayanan di sejumlah SPBU guna memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke masyarakat.

Kunjungan marathon tersebut ditutup di Fuel Terminal Sanggaran, Bali. Dalam arahannya kepada jajaran manajemen dan pekerja, Iriawan menegaskan FT Sanggaran memiliki posisi strategis sebagai penopang ketahanan energi Pulau Dewata.

Adsense

“Terminal BBM Sanggaran merupakan aset strategis nasional yang menjadi tulang punggung ketahanan energi Bali. Keandalan pasokan harus dijaga karena setiap gangguan tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Iriawan.

Baca juga : OJK Wanti-wanti Bank Jaga Manajemen Risiko

Ia menyoroti lokasi FT Sanggaran yang berada di kawasan pesisir dengan paparan gelombang laut tinggi serta dekat permukiman warga. Karena itu, standar keselamatan, pengelolaan risiko, hingga kesiapsiagaan darurat wajib diterapkan secara ketat.

Mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat tersebut juga menegaskan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas utama Pertamina.

Menurutnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari kelancaran distribusi energi, tetapi juga kemampuan menjaga keselamatan manusia, integritas aset, dan kelestarian lingkungan.

Baca juga : Teja Paku Alam Samai Rekor Legendaris, Fokus Bawa Persib Juara

Iriawan turut menyinggung dugaan kebocoran pipa yang berdampak pada ekosistem mangrove di sekitar wilayah operasi. Ia meminta seluruh jajaran Pertamina menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pencegahan dan manajemen risiko ke depan.

Selain memperkuat infrastruktur, Pertamina juga diminta mempercepat digitalisasi operasional melalui sistem monitoring dan otomasi distribusi guna meningkatkan efisiensi sekaligus menekan potensi human error.

“Terminal BBM Sanggaran tidak hanya dituntut menjamin keamanan pasokan energi Bali, tetapi juga menjadi benchmark dalam pengelolaan aset, HSSE, dan keberlanjutan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense