BREAKING NEWS
 

Adidaya Ungkap Sinyal Perbaikan dan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 15 Juni 2026 14:42 WIB
Co-Founder Adidaya Foundation, Ilham Nurhidayatuloh (Foto: Dok. Ilham)

RM.id  Rakyat Merdeka - Co-Founder Adidaya Foundation, Ilham Nurhidayatuloh, menilai bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan arah yang semakin positif. Di tengah tantangan global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi sejumlah negara, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, Indonesia mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan kepercayaan pasar yang patut diapresiasi.

Menurut Ilham, optimisme nasional harus dibangun berdasarkan data dan capaian nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

"Bangsa ini perlu melihat perkembangan ekonomi secara utuh dan objektif. Ketika berbagai indikator mulai menunjukkan arah yang lebih baik, maka optimisme harus dibangun. Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap tantangan, tetapi menjadi energi untuk terus bekerja dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," ujar Ilham, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu indikator yang paling terlihat adalah penguatan pasar modal nasional. Setelah ditutup pada level 6.007,656 pada akhir pekan lalu, IHSG kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Pada awal sesi perdagangan, IHSG dibuka di level 6.118 dan sempat menyentuh kisaran 6.216.

Baca juga : Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 2027 Capai 6,5 Persen

Menurut Ilham, tren positif tersebut menunjukkan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia dan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada perdagangan 15 Juni 2026, rupiah menguat ke kisaran Rp 17.735 per dolar AS setelah sebelumnya sempat berada di atas level Rp 18.000 per dolar AS. Penguatan tersebut menjadi sinyal bahwa berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Pemerintah dan Bank Indonesia mulai memperoleh respons positif dari pasar keuangan.

Adsense

"Hari ini kita melihat sinyal yang semakin jelas. IHSG sudah kembali bergerak di atas level 6.100 bahkan sempat menyentuh 6.200, sementara rupiah menguat ke kisaran Rp 17.700-an per dolar AS. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia mulai pulih. Tentu pekerjaan rumah kita masih banyak, tetapi perkembangan ini patut disyukuri dan dijaga bersama," kata Ilham.

Menurut Ilham, sentimen positif tersebut juga tercermin dari mulai masuknya kembali modal ke instrumen keuangan domestik dan meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional. Ia menilai, kondisi ini menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Baca juga : BHS: Penguatan UMKM Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Lebih jauh, Ilham menilai bahwa perbaikan ekonomi saat ini tidak hanya terlihat dari indikator pasar keuangan, tetapi juga mulai tercermin dalam pelaksanaan berbagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. PHTC merupakan serangkaian program percepatan yang difokuskan pada sektor kesehatan, pendidikan, pemenuhan gizi masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia.

"Selain indikator pasar yang membaik, kita juga melihat berbagai Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC mulai memberikan dampak nyata. Program-program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka-angka ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing bangsa di masa depan," ujar Ilham.

Ia menjelaskan, di sektor pendidikan, Pemerintah terus mempercepat revitalisasi ribuan sekolah di berbagai daerah, sementara di sektor kesehatan pembangunan dan peningkatan kapasitas puluhan rumah sakit daerah terus berjalan untuk memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas. Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki efek berganda yang besar karena menggerakkan sektor konstruksi, jasa, tenaga kerja lokal, UMKM, dan aktivitas ekonomi daerah secara lebih luas.

"Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, bonus demografi yang kuat, sumber daya alam yang melimpah, serta agenda pembangunan yang semakin terarah. Ketika IHSG menguat, rupiah lebih stabil, investasi kembali tumbuh, dan program-program prioritas Pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, maka kita memiliki alasan yang kuat untuk optimistis," ujarnya.

Baca juga : Ketum Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Namun, tambah Ilham, momentum positif ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya. Semua pihak perlu menjaganya melalui kerja keras, produktivitas, inovasi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa sesuai peran masing-masing. Pemerintah harus terus menghadirkan kebijakan yang tepat dan berpihak pada pertumbuhan, sementara masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda perlu mengambil bagian dalam menciptakan nilai tambah dan kemajuan.

"Dengan semangat gotong royong antara negara dan rakyat, saya meyakini Indonesia akan mampu mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan cita-cita besar sebagai Indonesia Adidaya yang maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera," tutup Ilham.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense