Dark/Light Mode

Saudi Apresiasi Langkah Besar Perbaikan Haji Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 20:40 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Fatah Al-Mashat (kanan) dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI/ Naib Amirulhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak. [Foto: Rusma/RM.id]
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Fatah Al-Mashat (kanan) dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI/ Naib Amirulhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak. [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makkah

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Fatah Al-Mashat melakukan kunjungan ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah untuk membahas berbagai upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji, termasuk solusi mengatasi kepadatan di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Baca juga : Ketum KNPI Apresiasi Langkah Presiden Ganti Kepala BGN

Salah satu isu utama yang dibahas adalah keterbatasan kapasitas kawasan Mina yang setiap tahun menghadapi tekanan akibat tingginya jumlah jemaah. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Arab Saudi menawarkan opsi strategis berupa penerapan skema tanazul bagi sebagian jemaah Indonesia. Skema tersebut memungkinkan jemaah kembali ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian wajib haji di Mina, sehingga dapat membantu mengurangi kepadatan di lokasi tersebut.

Tawaran tersebut bahkan membuka peluang penerapan tanazul hingga 50 persen dari total jemaah Indonesia. Langkah itu dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi keterbatasan ruang di Mina tanpa mengurangi kesempurnaan pelaksanaan ibadah haji. Kedatangan Dr. Fatah Al-Mashat disambut langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Naib Amirulhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Selain membahas persoalan teknis penyelenggaraan haji, Pemerintah Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah reformasi yang tengah dilakukan Indonesia dalam tata kelola perhajian. Menurut Dahnil, pihak Saudi menilai perubahan yang dilakukan Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.

Baca juga : Menpora Siapkan Desain Besar Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

"Mina itu sangat terbatas, hanya sekitar belasan hektare. Pihak Saudi menyampaikan kalau bisa di-tanazul-kan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan untuk memberikan jaminan fasilitas di Mina," katanya usai pertemuan di Kantor Daker Makkah, Kamis (4/6/2026).

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Kementerian Haji dan Umrah RI akan melakukan berbagai kajian teknis dan operasional agar skema tanazul dapat diterapkan secara optimal pada masa mendatang. Menurutnya, koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan dilakukan sejak tahap awal perencanaan agar pelaksanaan program tersebut berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi jemaah Indonesia.

"Ke depan kita akan bekerja bersama dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk mempersiapkannya sejak awal," ujarnya.

Baca juga : Arema FC Matangkan Persiapan Tim Musim Depan

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil juga mengungkapkan pandangan pihak Saudi terkait penghargaan internasional di bidang perhajian yang selama ini kerap menjadi perbincangan publik. Menurutnya, Wamenhaj Arab Saudi menilai sistem penilaian penghargaan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tantangan yang dihadapi masing-masing negara secara proporsional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.