BREAKING NEWS
 

UMKM Kebanjiran Proyek Gentengisasi, Transaksi Capai Rp 3 M

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 17 Juni 2026 20:48 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan paparan dalam konferensi pers mengenai Program Prioritas serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Nasional di tengah perubahan iklim di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dwi Pambudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto mencatat komitmen transaksi sekitar Rp 3 miliar di sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk perajin lokal.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan, program tersebut dirancang agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

"Program Gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan perumahan rakyat tidak hanya berfokus pada fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM," kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, Program Gentengisasi diintegrasikan ke dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dan menjadi bagian dari program prioritas nasional melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Baca juga : PNM Dorong Kemandirian Nasabah, Bentengi dari Jerat Rentenir

Program tersebut resmi diluncurkan pada 11 Maret 2026 di sentra UMKM genteng Jatiwangi. Pada peluncuran itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 14 truk yang mengangkut sekitar 75.000 genteng hasil produksi UMKM setempat.

Qodari menjelaskan bahwa pada tahap awal, total pemesanan mencapai 24 truk dengan nilai komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar yang berasal dari berbagai program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Adsense

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, misalnya, mengalokasikan program perbaikan 250 unit rumah dengan potensi belanja genteng sekitar Rp 500 juta.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan program perbaikan 1.715 rumah tidak layak huni (RTLH) dengan kebutuhan genteng yang diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Baca juga : BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Transaksi Luar Negeri Makin Mudah

Selain itu, melalui program BSPS pemerintah pusat, sebanyak 900 rumah di Majalengka akan diperbaiki dengan kebutuhan genteng yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

"Total seluruh komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai sekitar Rp 3 miliar, yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM perajin genteng lokal," ujar Qodari.

Ia menambahkan, dukungan terhadap Program Gentengisasi tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari sektor swasta.

Menurut Qodari, dua pengembang rumah subsidi, Angga dan Wawan, turut memesan masing-masing empat truk genteng dari UMKM Jatiwangi untuk proyek perumahan yang mereka kembangkan di wilayah Bogor dan Serang.

Baca juga : SOKSI Bangkitkan Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Selain itu, Menteri PKP Maruarar Sirait juga memberikan dukungan langsung dengan memesan tambahan 10 truk genteng yang akan digunakan untuk pembangunan rumah bagi prajurit TNI.

Pemerintah berharap Program Gentengisasi dapat menjadi model pembangunan perumahan yang tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM dan industri bahan bangunan lokal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense