BREAKING NEWS
 

Pengembangan Panas Bumi jadi Katalis Kesejahteraan dan Pembangunan Daerah

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 17 Juni 2026 22:57 WIB
Foto: Kementerian ESDM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Energi panas bumi semakin menunjukkan perannya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah berkelanjutan.

Selain menghasilkan listrik ramah lingkungan, pengembangan panas bumi juga memberikan manfaat melalui pemanfaatan langsung untuk kegiatan produktif, penyaluran bonus produksi, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasinya.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Panas Bumi yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pengembangan panas bumi telah melahirkan berbagai inovasi yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

Koordinator Investasi dan Kerja Sama Panas Bumi Kementerian ESDM Mustika Delimantoro mengatakan, panas bumi memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar sebagai sumber energi listrik.

“Panas bumi tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.

Baca juga : Bamsoet: Revisi UU Kadin Momentum Perkuat Kemitraan Negara dan Dunia Usaha

Manfaat pengembangan panas bumi juga dirasakan langsung oleh pemerintah daerah melalui mekanisme bonus produksi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengungkapkan bahwa sepanjang 2015 hingga 2025, Kabupaten Garut menerima bonus produksi panas bumi sebesar Rp 137,84 miliar.

“Bonus produksi panas bumi telah menjadi instrumen penting yang memungkinkan pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan,” kata Nurdin.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan dana bonus produksi sebesar Rp 14,43 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp 7,21 miliar digunakan untuk bantuan keuangan bagi 36 desa, sementara Rp 2,89 miliar dialokasikan untuk hibah kepada 94 penerima sarana keagamaan.

Adsense

Selain itu, dana tersebut juga dimanfaatkan untuk pembangunan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan strategis, antara lain Jalan Cigadog, Jalan Palnunjuk–Pasirwangi, dan Jalan Pasirwangi–Darajat.

Baca juga : ADIGSI dan CREST Teken Kerja Sama Pengembangan Standar & Talenta Keamanan Siber

Sementara pada 2026, alokasi bonus produksi sebesar Rp 8,40 miliar digunakan untuk pembangunan tanggul sungai, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), pembangunan fasilitas sanitasi (MCK), rekonstruksi jalan desa, hingga rehabilitasi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Selain memberikan manfaat ekonomi dan fiskal, sektor panas bumi juga mendorong lahirnya berbagai inovasi sosial dan lingkungan.

Salah satu contoh datang dari Star Energy Geothermal yang mengoperasikan lapangan panas bumi Wayang Windu, Darajat, dan Salak dengan total kapasitas terpasang mencapai 929,3 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut setara dengan pasokan energi bersih bagi sekitar 1,44 juta rumah tangga di Indonesia setiap tahun.

Kepala Teknik Panas Bumi Star Energy Geothermal Wayang Windu, Ismail Hidayat, mengatakan keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari besarnya energi yang dihasilkan.

“Keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari energi yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Jelang 5 Abad Jakarta, Pras: Momentum Perkuat Pembangunan Pro Rakyat

Melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk Tumbuh Bersama, Star Energy Geothermal mengembangkan budidaya jamur yang melibatkan kelompok masyarakat lokal.

Program tersebut berhasil melahirkan Genki Noko Farm yang kini memiliki kapasitas produksi hingga 40.000 baglog jamur, berbadan hukum Perseroan Perorangan, serta meningkatkan kas usaha dari Rp 1 juta menjadi Rp 30 juta.

Program ini juga mendukung penyediaan bahan pangan untuk kegiatan pencegahan stunting. Di sisi lingkungan, pemanfaatan limbah jerami padi dan kulit kopi sebagai media tanam jamur mampu mencegah emisi gas rumah kaca sekitar 3.787 kilogram CO2 ekuivalen per tahun.

Inovasi tersebut juga menciptakan potensi tambahan pendapatan masyarakat hingga Rp 12,75 juta per tahun.

Dengan potensi yang dimiliki, panas bumi dinilai tidak hanya berperan sebagai sumber energi bersih, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense