BREAKING NEWS
 

Siapkan Dua Mega Proyek

KAI Bakal Akuisisi INKA & Hubungkan Rel Sumatera

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 19 Juni 2026 06:40 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (Foto: Kartika Sari/rm.id)

 Sebelumnya 
“Termasuk kerja sama dengan mitra teknologi serta persiapan bisnis Maintenance, Repair and Overhaul (MRO),” ujar Gede. 

Gede menjelaskan, Danantara telah memberikan mandat kepada KAI dan INKA pada 18 Mei 2026 untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dan kajian komprehensif terkait integrasi kedua perusahaan. 

Kajian tersebut bertujuan memperkuat kepastian pasokan sarana perkeretaapian, meningkatkan efisiensi operasional, membangun sinergi jangka panjang, serta mendukung penguatan fundamental bisnis INKA. 

Ia mengungkapkan, kebutuhan sarana KAI dalam lima tahun ke depan telah terpetakan secara jelas. 

Kebutuhan itu mencakup sekitar 2.000 gerbong bottom dump, 1.200 gerbong datar, 652 kereta penumpang, serta 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 

Baca juga : Saatnya Kualitas Industri Air Minum Kita Naik Kelas

Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana, integrasi KAI dan INKA juga didorong oleh kebutuhan meningkatkan ketepatan pengiriman, serta kualitas produk perkeretaapian. 

Menurut Gede, integrasi tersebut juga akan memberikan kepastian pesanan jangka panjang bagi INKA, sehingga dapat memperkuat investasi manufaktur dan rantai pasok. Sekaligus memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. 

Order yang sudah terpetakan untuk INKA dalam lima tahun ke depan mencapai sekitar Rp 18,9 triliun. 

“Sementara bisnis MRO atau pendapatan berulang diperkirakan sekitar Rp 3 triliun per tahun, sehingga dalam lima tahun mencapai sekitar Rp 15 triliun,” paparnya. 

Terpisah, Pengamat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno berharap pembangunan jalur kereta api di Sumatera maupun integrasi INKA ke dalam KAI dapat terealisasi. 

Baca juga : Warga Curhat, Banyak RW Kumuh Belum Punya MCK

Menurutnya, kedua agenda tersebut sama pentingnya untuk memperkuat transportasi berbasis rel di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. 

“Rencana pengembangan jalur rel di Sumatera sudah memiliki peta jalan. Tinggal ditindaklanjuti dan direalisasikan,” kata Djoko kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Djoko menilai, reaktivasi jalur kereta api yang sudah ada di sejumlah wilayah Sumatera juga dapat dilakukan agar terhubung dengan jaringan baru. 

Kendati membutuhkan waktu dan biaya besar, pembangunan jaringan rel dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sama halnya seperti pembangunan jalan tol, imbuh Djoko, yang juga memerlukan waktu panjang dan biaya besar. 

“Yang pasti, infrastruktur perkeretaapian sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan,” tegasnya. 

Baca juga : Amerika Serikat Vs Australia, Saling Sikut Ke Fase Gugur

Terkait rencana penggabungan INKA ke KAI, Djoko meyakini langkah tersebut akan memperkuat kepastian pasokan sarana perkeretaapian nasional. 

“Saya yakin INKA akan terus berkembang. Perusahaan ini sudah memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memproduksi kereta, bahkan produknya telah diekspor ke berbagai negara,” pungkasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense