Dark/Light Mode

Gelar Pacific Partnership 2026

AS Perkuat Ketahanan Bencana Alam Di ASEAN

Jumat, 19 Juni 2026 06:10 WIB
Kapten Robert Reyes (kiri, depan) dan Kolonel Alain Lafreniere (kanan, depan) bersama personel Angkatan Laut misi Pacific Partnership 2026 saat bersiap berangkat dari Naval Air Station North Island, San Diego, California, Amerika Serikat, 26 Mei 2026. Dok. Pacific Partnership 2026
Kapten Robert Reyes (kiri, depan) dan Kolonel Alain Lafreniere (kanan, depan) bersama personel Angkatan Laut misi Pacific Partnership 2026 saat bersiap berangkat dari Naval Air Station North Island, San Diego, California, Amerika Serikat, 26 Mei 2026. Dok. Pacific Partnership 2026

RM.id  Rakyat Merdeka - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kembali menggelar misi kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana tahunan melalui Pacific Partnership 2026 di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia akan menjadi salah satu negara tujuan dalam program ini selain Filipina, Timor-Leste, Malaysia, Vietnam, Fiji, dan Palau.

Komandan Misi Pacific Partnership 2026 Robert Reyes mengatakan, program yang dipimpin US Navy tersebut akan menjalankan berbagai kegiatan seperti layanan kesehatan, proyek teknik, kegiatan sosial, hingga pelatihan manajemen bencana.

“Tahun ini melibatkan sekitar 300 personel misi yang akan berpartisipasi dalam tujuh titik kegiatan selama lima bulan,” ujar Reyes dalam konferensi pers virtual, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kerja sama ini bertujuan memperkuat kemampuan bersama negara-negara mitra dalam menghadapi bencana serta meningkatkan kesiapan kawasan.

Baca juga : Inka Andesth Makin Lengket Dengan Arhan, Netizen Heboh

“Bersama-sama kami memberikan berbagai pengetahuan dan meningkatkan kapasitas kolektif agar keterampilan penting terkait kesiapsiagaan dan ketahanan bencana dapat terus berkembang,” katanya.

Pacific Partnership 2026 melibatkan 10 negara sekutu dan mitra yang turut mengirimkan personel maupun aset pendukung. Negara-negara tersebut antara lain Australia, Kanada, Fiji, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Inggris.

“Kami akan berkunjung ke Vietnam, Indonesia, Timor-Leste, Malaysia, dan Filipina, serta melanjutkan upaya berkelanjutan di Fiji dan Palau,” katanya.

Pacific Partnership 2026 secara resmi dimulai dengan keberangkatan personel AS dari San Diego, California Selatan, menuju pusat koordinasi misi di Filipina pada 27 Mei 2026. Vietnam dijadwalkan menjadi persinggahan pertama pada pertengahan Juni.

Baca juga : Selat Hormuz Kini Sudah Aman

Program Pacific Partnership telah berjalan selama dua dekade. Misi itu lahir dari pelajaran yang dipetik pascabencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004. Lalu, pada 2006 Angkatan Laut AS meluncurkan Pacific Partnership untuk membangun hubungan regional yang lebih erat sekaligus meningkatkan kerja sama dalam kesiapsiagaan dan ketahanan menghadapi bencana.

“Misi Pacific Partnership ini awalnya dibentuk untuk membantu negara-negara yang terdampak gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004,” ujar Reyes.

Reyes menegaskan, Pacific Partnership bukan sekadar misi kemanusiaan, melainkan wadah pembelajaran dan latihan bersama bagi negara-negara mitra dalam meningkatkan kemampuan menghadapi krisis.

Menurutnya, fokus Pacific Partnership 2026 pada negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) karena memiliki tingkat kerentanan bencana cukup tinggi. Inti dari Pacific Partnership adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap bencana di negara-negara kawasan.

Baca juga : Jika MBG Di-Stop Prabowo Langgar Janji Kampanye

“Nilai tambahnya adalah kolaborasi dan kerja sama dengan negara tuan rumah, serta negara-negara regional lainnya yang sejalan dengan banyak tujuan ASEAN,” tuturnya.

Wakil Komandan Misi Pacific Partnership 2026 Alain Lafreniere dari Angkatan Bersenjata Kanada, menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan harus diberikan tanpa membedakan latar belakang korban.

“Kami sebagai personel keamanan harus siap membantu korban bencana di mana pun berada. Kami juga siap berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pola tanggap bencana kepada siapa saja,” ucap Lafreniere. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 19 Juni 2026 dengan judul "Gelar Pacific Partnership 2026 AS Perkuat Ketahanan Bencana Alam Di ASEAN"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.