RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah terus memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar warga atas energi.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat meresmikan penyalaan listrik perdana secara simbolis di rumah Markamah (63), warga Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6). Dalam kesempatan itu, Bahlil didampingi Bupati Purworejo Yuli Hastuti.
“Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo untuk menyediakan akses penerangan bagi seluruh rakyat Indonesia, maka Kementerian ESDM menyediakan akses energi listrik bagi masyarakat tanpa terkecuali karena setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Penyediaan akses penerangan ini juga wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang sulit mendapatkan akses listrik,” kata Bahlil dikutip dari keterangan, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga : David Alaba Pimpin Austria ke Piala Dunia 2026, Siap Tantang Argentina
Ia mengatakan kehadiran listrik bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurut dia, akses listrik membuka peluang bagi peningkatan ekonomi keluarga sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan dan informasi.
“Saya kan mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik. Jadi, akses listrik harus bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Bagaimana orang bisa sekolah pintar? Bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam dengan cepat? Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi? Jadi, saya pikir ini salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan,” ujarnya.
Bahlil menambahkan negara harus hadir menyediakan akses listrik, terutama di wilayah yang secara komersial belum menarik bagi pengembangan jaringan karena jumlah pelanggan yang terbatas dan kebutuhan investasi yang besar.
Baca juga : Bahlil Tegaskan Tak Ada Perubahan Aturan Minerba, Gross Split Hanya Untuk Migas
Dalam kegiatan tersebut, Menteri ESDM juga menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan sebagai bagian dari pelaksanaan Program BPBL.
Program Listrik Desa (Lisdes) dan BPBL merupakan upaya pemerintah bersama PT PLN (Persero) untuk menghadirkan akses listrik di wilayah yang belum terjangkau jaringan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terisolasi, maupun kawasan yang belum tersambung dengan jaringan listrik PLN.
Hingga 2025, realisasi Program Lisdes telah menjangkau 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan. Sementara itu, Program BPBL telah memberikan bantuan pemasangan listrik baru kepada 220.845 rumah tangga, termasuk 19.161 rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.