BREAKING NEWS
 

Paparkan Kondisi Ekonomi RI Di China

Menkeu: Fiskal Sehat Dan Inflasi Terkendali

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Senin, 22 Juni 2026 06:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok. Kemenkeu

RM.id  Rakyat Merdeka - Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah meredanya gejolak pasar global. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi terkendali, dan kondisi fiskal yang sehat menjadi penopang stabilitas, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih inklusif.

Kinerja tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum di Nankai University, Tianjin, China, Sabtu (20/6/2026).

Dalam paparannya, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi yang kuat dengan pengelolaan fiskal yang prudent dan defisit anggaran yang konsisten dijaga di bawah batas 3 persen.

“Hari ini, dengan sukacita saya membagikan perspektif Indonesia mengenai kebijakan ekonomi, manajemen fiskal, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. Saya berharap dialog ini memperkuat pertukaran akademik, memperdalam pemahaman bersama, dan semakin meningkatkan persahabatan antara Indonesia dan China,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sabtu (20/6/2026).

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara-negara G20 maupun ASEAN. Pada saat yang sama, inflasi Mei 2026 tetap terkendali di level 3,08 persen.

Baca juga : Ayo Percepat Penataan Kabel Udara Semrawut

“Perkembangan ini membuktikan bahwa Indonesia memasuki periode ini dengan pertumbuhan yang kuat, inflasi terkendali, dan ketahanan kebijakan yang kredibel,” katanya.

Selain didukung stabilitas harga, Indonesia juga dinilai memiliki ketahanan yang cukup baik dalam menghadapi risiko gangguan energi global. Berdasarkan analisis ketahanan energi global, Indonesia mencatat skor 77 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan China yang memperoleh skor 76 persen.

Kondisi tersebut diperkuat oleh ruang fiskal yang memadai karena defisit anggaran tetap terjaga di bawah batas yang ditetapkan undang-undang.

Adsense

APBN memiliki kapasitas untuk berfungsi sebagai shock absorber dalam menghadapi gejolak eksternal,” kata Purbaya.

Sejumlah indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan perbaikan. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada pada level ekspansif 50,0, likuiditas perekonomian (M0) tumbuh 14,8 persen secara tahunan, sementara kredit perbankan meningkat 11,5 persen.

Baca juga : Jepang Mendadak Kandidat Juara

Dari sektor eksternal, surplus neraca perdagangan telah bertahan selama 72 bulan berturut-turut. Cadangan devisa Indonesia juga mencapai 144,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.578 triliun, setara dengan 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Penguatan ekonomi nasional turut tercermin pada kondisi sosial masyarakat. Pada 2026, sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru berhasil tercipta sehingga tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen.

Tingkat kemiskinan juga menurun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.

Ke depan, Pemerintah akan mempercepat implementasi delapan klaster program prioritas nasional yang mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, serta ketangguhan menghadapi bencana.

Selain itu, transformasi struktural melalui hilirisasi dan industrialisasi akan terus didorong, bersamaan dengan penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan pedesaan, serta program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi.

Baca juga : Prancis Vs Irak, Mbappe Kejar Rekor

“Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata,” tegas Purbaya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 22 Juni 2026 dengan judul "Paparkan Kondisi Ekonomi RI Di China Menkeu: Fiskal Sehat Dan Inflasi Terkendali"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense