Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
FAO Prediksi Produksi Beras Global Turun
Alhamdulillah, Di Sini Melimpah...
Minggu, 21 Juni 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ancaman krisis pangan dunia sudah di depan mata. Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi produksi beras global akan turun dampak fenomena El Nino. Bagaimana dengan Indonesia? Alhamdulillah, di sini stok beras melimpah.
Dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2026, FAO memproyeksikan produksi beras global bakal mengalami penurunan pada musim 2026/2027. Pemicunya adalah fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi sejumlah negara produsen beras utama dunia. FAO memperkirakan produksi beras dunia turun 1,6 persen menjadi 552,4 juta ton. Padahal, pada musim panen 2025/2026, produksi beras global sempat mencatat rekor tertinggi, yakni mencapai 561,4 juta ton.
"Prospek produksi musim 2026/2027 terdampak oleh ketidakpastian cuaca yang terkait dengan kemunculan fenomena El Nino dan kendala profi tabilitas sektor," tulis FAO dalam laporannya seperti dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Baca juga : Jualan Daun Pisang Antar Mbah Painah Berhaji
Selain El Nino, terdapat faktor lain yang menyebabkan produksi beras menurun. Yakni, melemahnya keuntungan petani akibat turunnya harga di tingkat produsen, sementara biaya produksi terus meningkat.
Dengan fenomena ini, FAO memperkirakan hampir seluruh kawasan dunia akan mengalami penurunan produksi beras dibanding musim sebelumnya. Hanya Afrika yang diproyeksikan mampu mencatat kenaikan produksi.
Bagaimana dengan Asia? Organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu memperkirakan produksi beras di Asia tetap tinggi meski mengalami penurunan dibanding musim sebelumnya. Produksi di Asia diproyeksikan mencapai hampir 496 juta ton atau masih menjadi level tertinggi kedua sepanjang sejarah.
Baca juga : Belgia Vs Iran, Laga Penentu Di Grup Buntu
Berbanding terbalik dengan India, salah satu produsen beras utama dunia. Hasil panen beras India diproyeksikan hanya mencapai 146,5 juta ton atau turun 3,6 persen dibanding musim sebelumnya. Produksi Thailand juga diperkirakan turun 6,1 persen menjadi 21,8 juta ton. Sedangkan Brazil diperkirakan mengalami penurunan paling tajam, yakni sebesar 12,9 persen menjadi 7,6 juta ton.
Di tengah tren penurunan global, Indonesia justru diperkirakan mampu mempertahankan kinerja produksinya. FAO memperkirakan produksi beras Indonesia naik tipis 0,2 persen menjadi 38,6 juta ton pada musim 2026/2027, dari 38,5 juta ton pada musim sebelumnya.
FAO menilai Indonesia, bersama Korea Selatan, Pakistan, dan Filipina, berpotensi menjaga bahkan meningkatkan produksi berasnya berkat harga gabah yang masih menarik. Harga gabah yang relatif baik, mendorong petani untuk tetap menanam padi.
Baca juga : Kelanjutan Kasus MBG, Sony Sonjaya Bongkar Proyek CCTV & Sidik Jari
Temuan FAO tersebut sejalan dengan fakta di lapangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia telah mencapai status swasembada beras. Menurutnya, pemerintah tidak menerbitkan izin impor beras medium sepanjang 2025 karena cadangan pangan nasional berada dalam kondisi surplus.
"Bukti paling nyata adalah stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,2 juta ton," kata Mentan Amran usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya