Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Siapkan Stimulus Baru
Prabowo Ingin Ekonomi Terus Melaju Tinggi
Minggu, 21 Juni 2026 08:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan paket stimulus baru untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto ingin ekonomi Indonesia terus melaju tinggi di tengah ketidakpastian global.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Susiwijono mengatakan, rincian stimulus tersebut akan diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pekan depan, setelah sebelumnya dibahas dalam rapat pemerintah.
"Mungkin Pak Menko nanti hari Senin akan menyampaikan stimulus di kuartal III dan berikutnya. Kemarin kan sudah dirapatkan," kata Susiwijono.
Menurut dia, paket kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi yang masih ditopang konsumsi domestik. Selain itu, Pemerintah juga mencermati peluang membaiknya kondisi ekonomi global, termasuk potensi stabilisasi harga energi seiring meredanya ketegangan geopolitik.
Baca juga : Libur Sekolah, MBG Di-Stop Hemat 3 Triliun
Susiwijono mengatakan, stimulus yang disiapkan tidak hanya ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat sisi produksi agar aktivitas dunia usaha tetap terjaga.
Ia memastikan, sejumlah insentif perpajakan saat ini akan dilanjutkan. Termasuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
"Kemudian diskon transportasi akan diumumkan lagi nanti karena sudah mulai liburan. Dari sisi suplainya kami minta juga ada penurunan harga untuk diskon transportasi," ujarnya.
Menurut Susiwijono, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya menjaga agar pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 dapat melampaui capaian kuartal I-2026.
"Selama ini siklusnya kuartal II memang cukup rendah. Presiden minta bisa di atas kuartal I. Ini yang harus kami kejar terus," katanya.
Baca juga : Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Urus Masalah Dalam Negeri
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, Pemerintah menyiapkan stimulus Rp 1,45 triliun untuk mendukung mobilitas masyarakat sepanjang semester II-2026. Terutama pada periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru.
Qodari mengatakan, stimulus tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Untuk periode libur sekolah Juni-Juli 2026, Pemerintah mengalokasikan Rp 190,5 miliar untuk subsidi tarif transportasi darat dan laut yang ditargetkan menjangkau sekitar 3,07 juta pengguna.
Insentif tersebut meliputi potongan harga 30 persen tiket kereta api dan kapal laut, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada layanan penyeberangan feri.
Selain itu, Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 472,7 miliar untuk insentif PPN DTP tiket pesawat domestik kelas ekonomi untuk 2,3 juta penumpang.
Baca juga : Silaturahmi Ke Solo, Didit Cium Tangan Jokowi
Menjelang periode Natal dan Tahun Baru, kata Qodari, Pemerintah mengalokasikan Rp 61,4 miliar untuk subsidi transportasi non udara serta Rp 722 miliar untuk PPN DTP tiket pesawat yang diproyeksikan menjangkau sekitar 3,7 juta penumpang.
Qodari mengatakan, stimulus transportasi dipilih karena memiliki efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, restoran, perdagangan ritel hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kolaborasi pemerintah dan swasta ini dirancang bukan hanya untuk menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong konsumsi domestik secara lebih luas," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya