RM.id Rakyat Merdeka - Keir Starmer akhirnya mengumumkan akan mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris, di tengah tekanan politik yang semakin kuat dari internal Partai Buruh maupun publik. Starmer tak kuasa menahan air mata, saat berdiri di podium menyampaikan pengunduran dirinya.
Starmer mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Senin (22/6/2026), setelah melalui pembicaraan intens dengan para sekutu politik terdekat serta keluarganya, termasuk istrinya Victoria, menyusul menurunnya dukungan terhadap pemerintahannya dalam beberapa pekan terakhir.
Starmer mengumumkan pengunduran diri di halaman Downing Street 10 pukul 9.30 waktu London. Starmer mengatakan, akan tetap menjabat hingga penggantinya resmi ditunjuk.
Dalam pidato singkatnya di luar kediaman resmi PM Inggris, Starmer mengatakan, menghuni Downing Street 10 adalah momen paling membanggakan dalam hidupnya.
Baca juga : Ariel Tatum, Kasih Sinyal Sudah Putus Dengan Daffa
“Di bawah kepemimpinan saya, reputasi Inggris di dunia telah dipulihkan, dengan investasi yang terjamin dan peningkatan hak-hak pekerja yang telah terwujud,” ujar Starmer dikutip dari tayangan live BBC, Senin (22/6/2026).
Sambil berlinang air mata, Starmer mengatakan, ”Saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk jabatan paling penting ini. Mencoba jadi suami terbaik yang saya bisa, untuk istri saya yang luar biasa, Vic (Victoria-red) yang selalu tegar berada di sisi saya, dalam suka dan duka. Serta menjadi ayah terbaik yang saya bisa untuk anak-anak saya yang cantik, yang merupakan kebanggaan dan kebahagiaan saya.”
Namun, Starmer mengakui, rekan-rekan Partai Buruh sejak saat itu bertanya apakah dia adalah orang yang paling tepat untuk memimpin partai dalam pemilihan umum berikutnya.
“Saya telah mendengar jawaban dari partai parlemen saya. Saya menerima jawaban itu dengan lapang dada. Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh,” katanya.
Baca juga : PLN Berusaha Keras Mengatasi, Kelistrikan Jawa Bali Mengalami Gangguan
Usai berpidato, Starmer langsung memeluk istrinya.
Proses Pemilihan
Setelah pengumuman Starmer, perhatian kini tertuju bagaimana Partai Buruh akan menentukan pengganti Starmer.
Partai tersebut harus memilih antara menggelar kompetisi kepemimpinan terbuka atau melakukan apa yang disebut sebagai penobatan politik terhadap kandidat yang sudah dianggap sebagai penerus pilihan.
Baca juga : Prabowo Ucapkan Ulang Tahun Ke-65 Ke Jokowi
Starmer mengatakan, tahapan pencalonan dijadwalkan dibuka pada 9 Juli mendatang hingga masa reses parlemen untuk musim panas dimulai beberapa minggu kemudian.
“Jika terjadi kontestasi, ini akan memastikan pemimpin baru sudah berada di tempat sebelum parlemen kembali bersidang pada September,” imbuh Starmer.
Mantan Wali Kota Greater Manchester dari Partai Buruh Andy Burnham merupakan sosok yang digadang-gadang menjadi pengganti Starmer. Dia menuai perhatian setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan sela pada 19 Juni lalu.
Namun jalan Burnham menuju kursi PM belum sepenuhnya mulus. Sejumlah tokoh Partai Buruh menolak proses pergantian kepemimpinan yang berlangsung tanpa pemilihan terbuka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.