RM.id Rakyat Merdeka - Layanan gadai emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga Juni 2026, outstanding gadai emas BSI mencapai Rp 13 triliun atau meningkat 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan aset emas sebagai sumber likuiditas tanpa harus menjual kepemilikan emas yang dimiliki.
“Mayoritas nasabah gadai emas BSI, khususnya ibu rumah tangga, memanfaatkan fasilitas ini untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk biaya pendidikan anak,” kata Anton di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Anton, meningkatnya minat masyarakat terhadap gadai emas menjadi bukti bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi dan lindung nilai (hedging), tetapi juga sebagai alternatif solusi keuangan untuk memenuhi kebutuhan dana tunai.
Baca juga : Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kucurkan Stimulus 26,34 Triliun
Ia menambahkan, produk gadai emas BSI menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain proses yang mudah dan cepat, nilai taksiran emas yang kompetitif, biaya yang relatif terjangkau, serta layanan digital melalui aplikasi BYOND. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan reservasi, simulasi, hingga perpanjangan gadai emas secara daring.
“BSI membangun ekosistem emas yang lengkap, mulai dari pembelian emas melalui BSI Emas, cicil emas, gadai emas, hingga transfer emas,” ujarnya.
Anton menjelaskan, ekosistem tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengoptimalkan manfaat kepemilikan emas, mulai dari memiliki emas melalui skema cicilan hingga memanfaatkannya sebagai sumber dana tunai saat dibutuhkan tanpa harus menjual aset yang dimiliki.
“Emas memiliki nilai intrinsik yang kuat dan terbukti mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” katanya.
Baca juga : Menteri Ara Tambah Anggaran KUR Perumahan Jadi Rp50 Triliun
Selama semester I-2026, transaksi gadai emas di BSI terus menunjukkan tren positif dengan rata-rata mencapai 120 ribu transaksi per bulan.
Produk ini menjadi pilihan masyarakat karena prosesnya cepat dan aman, serta memungkinkan nasabah memperoleh pembiayaan dengan menjaminkan emas yang dimiliki tanpa kehilangan potensi kenaikan nilai aset tersebut di masa depan.
Anton menambahkan, penguatan layanan gadai emas merupakan bagian dari strategi BSI dalam memperkuat ekosistem emas nasional secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Kami siap menjadikan ekosistem emas BSI semakin kompetitif. Karena itu, kami terus membangun rantai layanan emas dari hulu hingga hilir agar tercipta closed-loop ecosystem yang kuat,” ujarnya.
Baca juga : Rupiah Melemah Di Awal Pekan, Tembus Rp 17.813 Per Dolar AS
BSI meyakini penguatan ekosistem emas akan semakin meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat emas sebagai instrumen investasi, perlindungan nilai aset, sekaligus sumber likuiditas yang mudah diakses saat dibutuhkan.
“Dengan demikian, masyarakat dapat mengelola keuangannya secara lebih bijak dan berkelanjutan, sementara kepemilikan aset emas tetap terjaga untuk tujuan jangka panjang,” kata Anton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.