Dark/Light Mode

Rupiah Melemah Di Awal Pekan, Tembus Rp 17.813 Per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 09:34 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM
Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (22/6/2026), seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam yang dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Rupiah pada pembukaan perdagangan Senin (22/6) turun 0,05 persen ke level Rp 17.813 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan pada Jumat (19/6/2026) yang berada di Rp 17.804 per dolar AS.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga tertekan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,47 persen, diikuti ringgit Malaysia yang turun 0,24 persen, yen Jepang 0,16 persen, dolar Taiwan 0,08 persen, dolar Singapura 0,08 persen, yuan China 0,05 persen, serta dolar Hong Kong 0,02 persen.

Baca juga : Masih Tertekan, Rupiah Melemah Ke Level Rp 17.838

Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,03 persen ke level 100,64.

Adapun terhadap mata uang lainnya, rupiah melemah 0,02 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 23.505, menguat 0,17 persen terhadap euro ke Rp 19.833, serta naik 0,08 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.467.

Pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, serta arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), di bawah kepemimpinan Kevin Walsh.

Baca juga : Rupiah Tertekan Ke Rp 17.851 Per Dolar AS, Pasar Tunggu RDG BI

“Israel dan Lebanon masih terlibat aksi saling serang, hingga memunculkan kekhawatiran Iran akan kembali menutup Selat Hormuz apabila kesepakatan perdamaian dilanggar,” kata Ibrahim dalam riset hariannya.

Menurut dia, konflik Rusia dan Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda juga turut menambah kekhawatiran pelaku pasar global.

“Rusia terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur di ibu kota Ukraina, Kyiv. Hal ini juga menambah kecemasan di Eropa Timur yang dapat mengangkat harga minyak dan memperkuat indeks dolar AS,” ujarnya.

Baca juga : Melemah Ke Rp 17.728, Rupiah Tertekan Tarif AS

Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp 17.800 hingga Rp 17.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.