BREAKING NEWS
 

Akselerasi Transisi Energi Bersih

Asiana Technologies Hadirkan Solusi Waste-to-Fuel

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 29 Juni 2026 11:02 WIB
Foto: Asiana Technologies.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya kebutuhan akan energi bersih dan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, Asiana Technologies memperkenalkan teknologi waste-to-fuel (pengolahan sampah menjadi bahan bakar) sebagai terobosan untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.

Inovasi ini menawarkan solusi atas dua tantangan besar sekaligus, yakni penumpukan sampah dan tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT), Asiana Technologies mengembangkan teknologi yang mampu mengubah berbagai jenis limbah padat menjadi bahan bakar alternatif bernilai kalor tinggi.

Melalui fasilitas pengolahan yang telah dikembangkan, limbah yang selama ini menjadi beban lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Baca juga : RI Berkomitmen Dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Berbagai jenis sampah, mulai dari sampah rumah tangga, timbunan di tempat pembuangan akhir (landfill), pasar tradisional, pasar modern, limbah industri, perkebunan, pertanian, hingga peternakan, telah berhasil diolah menjadi bahan bakar alternatif berbasis EBT dengan nilai kalor di atas 3.500 kkal/kg.

Terobosan ini menjadi langkah nyata Asiana Technologies dalam membantu mengurangi persoalan sampah di berbagai daerah sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Asiana Technologies telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Adsense

Beberapa di antaranya adalah kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk pengelolaan sampah di TPA Burangkeng serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk TPA Sarimukti.

Baca juga : Tri Mumpuni: Skema Transisi Energi Ke EBT Harus Libatkan Masyarakat

Selain itu, perusahaan juga telah menandatangani perjanjian jual beli bahan bakar alternatif berbasis EBT dengan perusahaan semen nasional, yakni Indocement.

Dalam kerja sama tersebut, Asiana Technologies akan memasok hingga 10.000 ton bahan bakar alternatif per hari untuk lima pabrik yang beroperasi di berbagai provinsi di Indonesia.

Inventor sekaligus CEO Asiana Technologies, Poltak Sitinjak mengatakan, sampah seharusnya tidak dipandang sebagai akhir dari sebuah siklus, melainkan sebagai sumber energi baru yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami percaya bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari energi baru. Melalui teknologi waste-to-fuel yang kami kembangkan, Asiana Technologies tidak hanya mengurangi volume limbah di berbagai sektor, tetapi juga mendistribusikan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk berbagai industri, seperti pembangkit listrik, semen, petrokimia, keramik, kaca, baja, dan sektor lainnya,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Baca juga : Presiden Palestina Puji Dukungan Indonesia, Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara

Teknologi yang diterapkan Asiana Technologies mengusung prinsip ekonomi sirkular (circular economy), yaitu memaksimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Seluruh proses produksi dirancang untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku.

Bahan bakar alternatif yang dihasilkan diklaim memiliki karakteristik kompetitif sehingga dapat digunakan sebagai substitusi parsial maupun total bagi bahan bakar konvensional di berbagai sektor industri.

Dengan ketersediaan bahan baku yang beragam, mulai dari limbah rumah tangga dan peternakan hingga timbunan sampah di landfill, Asiana Technologies optimistis dapat mendukung pemerintah dan dunia usaha dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense