Dark/Light Mode

UPJ Perkuat Branding Panti Lansia Berdikari Lewat Teknologi Hingga Media Sosial

Kamis, 11 Juni 2026 15:16 WIB
(Kiri ke kanan) Dosen Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Dr. Jianbang Deng, Dosen UPJ Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D, Mahasiswa UPJ Esmeralda, Pengurus Panti Yanti, Mahasiswa UPJ Maria, Pengurus Panti. (Foto: Dok. UPJ)
(Kiri ke kanan) Dosen Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Dr. Jianbang Deng, Dosen UPJ Prof. Elisabeth Rukmini, Ph.D, Mahasiswa UPJ Esmeralda, Pengurus Panti Yanti, Mahasiswa UPJ Maria, Pengurus Panti. (Foto: Dok. UPJ)

RM.id  Rakyat Merdeka - Panti Lansia Berdikari yang berlokasi di Tigaraksa, Tangerang, membutuhkan dukungan untuk merawat para lansia kelompok sosial menengah ke bawah.

Panti ini juga membutuhkan cara baru untuk memperkenalkan karya, cerita, dan kebutuhan mereka kepada masyarakat luas demi keberlanjutan layanannya.

Berangkat dari kebutuhan itulah, tim Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) melaksanakan program pengabdian kepada Masyarakat di Panti Lansia Berdikari yang ditujukan untuk memperkuat sosialisasi karya panti dan beraktivitas menghibur yang bermakna bagi penghuni panti.

Program ini telah berjalan sejak November 2025 hingga Mei 2026. Kegiatan awal dimulai dengan pemeriksaan kesehatan dasar dan senam otak bagi para penghuni panti.

Pada Desember 2025, para lansia diajak mengikuti kegiatan seni menggambar sebagai ruang ekspresi, stimulasi kognitif, dan penguatan interaksi sosial.

Adapun hasil karya para lansia ini direkam sebagai gambar untuk menjadi bahan konten media sosial Panti Lansia Berdikari.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah

Memasuki Januari 2026, perhatian program bergeser pada penguatan kapasitas pengurus panti, khususnya dalam dokumentasi kegiatan, publikasi media sosial, dan strategi pencarian dukungan secara berkelanjutan.

Salah satu tahapan penting berlangsung pada 28 Februari 2026. Sebanyak 15 sukarelawan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa lintas program studi—Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Teknik Sipil, Manajemen, Arsitektur, dan Komunikasi—berkunjung ke Panti Lansia Berdikari.

Mereka melakukan wawancara dengan pemilik, pengurus, dan penghuni panti untuk mengumpulkan cerita, foto, dan dokumentasi audiovisual.

Sepanjang kunjungan, tim berjibaku merekam keseharian panti: wajah-wajah lansia, ruang kerja pengurus, suasana perawatan, dan kebutuhan nyata yang selama ini belum banyak terlihat publik.

Dokumentasi tersebut kemudian diolah menjadi bahan publikasi digital, termasuk konten instagram story, sorotan, materi foto, video pendek, serta draf caption.

Tujuannya sederhana tetapi strategis: membantu Panti Lansia Berdikari membangun branding yang lebih kuat agar semakin dipercaya publik dan mampu menjangkau lebih banyak donatur.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Pada 25 April 2026, tim UPJ kembali bertemu dengan pengurus panti untuk menyerahkan hasil dokumentasi dalam bentuk tautan soft files.

Tidak hanya menyerahkan bahan mentah, tim juga menyusun rencana publikasi media sosial, jadwal unggahan, dan caption agar pengurus dapat menggunakan konten tersebut secara mandiri.

Dengan demikian, program ini tidak berhenti pada kunjungan sesaat, melainkan menjadi proses transfer kapasitas bagi pengurus panti.

Dukungan berikutnya diberikan pada 30 Mei 2026 melalui serah terima LCD proyektor dan laptop untuk melengkapi ruang pertemuan panti.

Perangkat ini diharapkan membantu panti ketika menerima tamu, melakukan presentasi kepada calon donatur, menyampaikan laporan kegiatan, maupun mengadakan pelatihan internal.

Kegiatan 30 Mei juga dihadiri visiting scholar dari Tamkang University, Taiwan, Dr. Jianbang Deng, yang berdiskusi bersama pengurus panti dan tim UPJ, termasuk Elisabeth Rukmini sebagai ketua pelaksana serta Donna Angelina selaku tim desain produk UPJ.

Baca juga : Indonesia-Qatar Perkuat Kemitraan Pertahanan dan Teknologi

Dr. Deng mengatakan, kegiatan seperti ini penting bagi mahasiswa karena membuka kesadaran tentang masa depan masyarakat Asia.

“Indonesia saat ini masih menikmati bonus demografi. Mahasiswa perlu belajar sejak dini bahwa inovasi sosial bukan hanya tentang teknologi, melainkan tentang bagaimana kita merawat martabat manusia dalam perubahan demografis,” ujar Dr. Deng.

Bagi UPJ, kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran lintas disiplin yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Elisabeth Rukmini mengatakan, UPJ sudah memiliki DNA untuk berbelarasa dan berkolaborasi interdisipliner, aktivitas ini akan terus berlanjut melalui berbagai tim sehingga Panti semakin bermakna.

"Bagi Panti Lansia Berdikari, dokumentasi, media sosial, dan perangkat teknologi adalah jembatan untuk memperluas kepercayaan publik," ujar Elisabeth dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Ia menambahkan, di balik setiap foto dan cerita, ada pesan yang lebih besar: lansia bukan beban, melainkan bagian berharga dari masyarakat yang perlu dirawat, didengarkan, dan dimuliakan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.