Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN Watch: Transisi Energi Jadi Kunci Hadapi Rekanan Geopolitik
Sabtu, 25 April 2026 17:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketegangan geopolitik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berdampak signifikan terhadap stabilitas energi dunia.
Dalam situasi ini, penguatan ketahanan energi domestik menjadi langkah krusial bagi Indonesia.
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai, langkah PT PLN (Persero) dalam mendorong efisiensi energi serta mempercepat transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT), merupakan strategi yang tepat dan berorientasi jangka panjang.
Menurut Tohom, dinamika global saat ini tidak hanya berkaitan dengan fluktuasi harga energi, tetapi juga menyangkut kendali atas sumber daya dan keberlanjutan ekonomi nasional.
“Negara yang mampu mengendalikan energinya sendiri akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat, dan PLN sedang bergerak ke arah tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Dia menilai, program pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) merupakan langkah progresif yang tidak hanya merespons krisis global, tetapi juga membangun fondasi energi nasional yang lebih tangguh.
Baca juga : Dewi Yustisiana Apresiasi Ketahanan Energi RI di Tengah Tekanan Geopolitik
Kemudian, integrasi PLTS dengan Battery Energy Storage System (BESS) menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan listrik berbasis energi bersih.
Selanjutnya, program dedieselisasi yang mengalihkan pembangkit diesel ke energi terbarukan dinilai mampu menekan impor bahan bakar sekaligus memperkuat neraca energi nasional.
Di sisi lain, strategi co-firing biomassa pada PLTU dipandang sebagai pendekatan transisi yang realistis dan adaptif, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan komitmen lingkungan.
Dalam pengembangan energi berbasis sumber daya domestik, pemanfaatan kelapa sawit dinilai memiliki potensi strategis besar.
Pemanfaatan tersebut mencakup biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO) untuk menggantikan solar, biomassa dari limbah sawit untuk co-firing, serta pengolahan Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi biogas.
Tohom menilai, langkah ini dapat mengubah struktur ketahanan energi nasional, dari yang sebelumnya berbasis ekspor bahan mentah menjadi pemanfaatan domestik bernilai tambah.
Baca juga : PHEV Dinilai Jadi Jembatan Transisi Menuju Kendaraan Listrik
“Nilai strategis sawit akan optimal ketika diolah menjadi energi untuk kebutuhan dalam negeri,” tuturnya.
Lebih jauh, ia melihat peluang terbentuknya “cluster energi lokal” di kawasan perkebunan sawit. Produksi, distribusi, dan konsumsi energi berlangsung dalam satu ekosistem terintegrasi.
Model ini dinilai mampu menekan biaya logistik energi, mengurangi ketergantungan pada sistem terpusat, serta mendorong pemerataan energi di daerah.
Pengolahan POME menjadi biogas juga memberikan dampak ganda, yakni menghasilkan listrik sekaligus menekan emisi metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Selain itu, pengembangan energi lain seperti panas bumi, tenaga air, hingga green hydrogen menunjukkan kuatnya portofolio energi Indonesia di masa depan.
Pembangunan smart grid dan peningkatan efisiensi jaringan menjadi kunci agar energi bersih dapat didistribusikan secara optimal.
Baca juga : PN Jakpus Tolak Sultan Kemnaker Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan K3
“Langkah-langkah ini akan membentuk ekosistem energi modern yang mampu menjawab tantangan digitalisasi dan industrialisasi,” kata Tohom.
Di tengah tekanan global, PLN Watch mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan situasi ini sebagai momentum mempercepat reformasi sektor energi nasional.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen energi global, tetapi harus menjadi produsen sekaligus inovator dalam energi bersih,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya