RM.id Rakyat Merdeka - Kebutuhan transaksi valuta asing (valas) masyarakat Indonesia terus meningkat seiring tingginya mobilitas global untuk wisata, pendidikan, remitansi, hingga bisnis UMKM. Data perbankan menunjukkan tren Dana Pihak Ketiga (DPK) valas yang positif sepanjang 2026.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mencatat pertumbuhan DPK valas perbankan mencapai 18,1 persen YTD dan 18,7 persen YoY per Mei 2026. Sementara itu, tabungan valas tumbuh 29,9 persen YoY pada periode yang sama. Transaksi luar negeri menggunakan kartu debit juga melonjak 37 persen YoY per Maret 2026.
“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat yang sudah lintas negara. Kebutuhan valas tidak lagi hanya untuk investasi, tapi sudah menjadi bagian dari transaksi harian,” ujar Liabilities Banking Services Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Steven Dhalimarta, saat Journalist Class dengan media, di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca juga : Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman
Menurutnya, ada 5 kebutuhan utama valas masyarakat, yaitu:
- Perjalanan luar negeri untuk wisata, bisnis, ibadah Haji dan Umrah
- Biaya pendidikan internasional yang pembayarannya dilakukan berkala
- Remitansi pekerja migran baik penerimaan maupun pengiriman
- UMKM ekspor-impor melalui e-commerce
- Belanja online global seperti Amazon, Agoda, Netflix
Tantangan: Biaya ‘Siluman’ dan Risiko Uang Fisik
Meski kebutuhan naik, masyarakat masih menghadapi tantangan. Biaya transaksi valas seringkali tidak transparan karena ada biaya ‘siluman’ mulai dari selisih kurs spread, biaya admin, biaya tarik tunai ATM luar negeri, hingga biaya tutup rekening.
Selain itu, preferensi membawa uang fisik atau bank notes masih tinggi. Padahal berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 2/2024, transaksi digital terbukti lebih aman dan bebas risiko kehilangan, pencurian, atau pemotongan nilai akibat kondisi uang kertas rusak.
Baca juga : Gerindra Ajak Masyarakat, Bedakan Kritik Dan Kebencian!
“Total Cost of Transaction bukan hanya soal kurs. Ada akumulasi dari kurs + spread + biaya admin + biaya transaksi. Ini yang harus diedukasi ke nasabah,” jelas Steven.
Mitos vs Fakta Transaksi Valas
- Mitos: Valas hanya untuk spekulasi. Fakta: Valas adalah alat transaksi sehari-hari.
- Mitos: Setoran awal tabungan valas besar & birokrasi rumit. Fakta: Digitalisasi membuat setoran awal sangat terjangkau.
- Mitos: Kurs bagus = transaksi murah. Fakta: Harus hitung total biaya keseluruhan.
Solusi Danamon: LEBIH PRO & Auto-Switching Currency
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Danamon menghadirkan Tabungan Danamon LEBIH PRO dengan fitur:
- 12 mata uang dalam 1 rekening: IDR, USD, AUD, NZD, SGD, EUR, GBP, JPY, CNY, HKD, CAD, SAR
- Garansi selisih 5x lipat jika ada rate valas lain lebih kompetitif, berlaku hingga 31 Januari 2027
- Cashback 5 persen untuk transaksi dalam dan luar negeri hingga 30 April 2027
- 30x bebas biaya transfer BI-Fast dan tarik tunai ATM jaringan ALTO/PRIMA/ATM Bersama
- Fitur Auto-Switching Currency pada kartu debit untuk menghindari double conversion saat belanja di 200+ negara
Danamon juga tengah menjalankan promo:
- Cashback 7 persen up to Rp500 ribu untuk pembukaan rekening DL PRO baru, periode 1-31 Juli 2026
- Diskon Agoda 20-25 persen untuk pemesanan hingga 31 Maret 2027
- Danamon Travel Fair HUT ke-70: Hemat hingga 70 persen dengan minimum penempatan Rp50 juta, 24 Juli – 9 Agustus 2026
Baca juga : Mufti Anam: PLN Harus Segera Berikan Solusi Nyata
Steven memberikan 5 tips cerdas kelola valas sebelum memilih produk valas: selisih kurs spread, biaya tersembunyi, kemudahan transaksi via mobile banking, fitur kartu multi-currency, dan promo cashback.
- Do’s: Gunakan mata uang sesuai kebutuhan, bandingkan total biaya, manfaatkan rekening multi-currency.
- Don’t: Hanya fokus pada kurs, abaikan biaya ATM luar negeri, dan gunakan money changer ilegal.
“Intinya, tabungan valas sekarang bukan hanya saving, tapi alat transaksi global. Dengan rekening multi-currency 1 kartu untuk 12 mata uang, nasabah bisa lebih cerdas dan efisien dalam bertransaksi lintas negara,” tutup Steven.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.