BREAKING NEWS
 

Kebutuhan Valas Masyarakat Meningkat, Danamon Hadirkan Solusi dan Promo

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 8 Juli 2026 17:42 WIB
Liabilities Banking Services Head Danamon Steven Dhalimarta. (Foto: Dok. Danamon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebutuhan transaksi valuta asing (valas) masyarakat Indonesia terus meningkat seiring tingginya mobilitas global untuk wisata, pendidikan, remitansi, hingga bisnis UMKM. Data perbankan menunjukkan tren Dana Pihak Ketiga (DPK) valas yang positif sepanjang 2026. 

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mencatat pertumbuhan DPK valas perbankan mencapai 18,1 persen YTD dan 18,7 persen YoY per Mei 2026. Sementara itu, tabungan valas tumbuh 29,9 persen YoY pada periode yang sama. Transaksi luar negeri menggunakan kartu debit juga melonjak 37 persen YoY per Maret 2026.

“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat yang sudah lintas negara. Kebutuhan valas tidak lagi hanya untuk investasi, tapi sudah menjadi bagian dari transaksi harian,” ujar Liabilities Banking Services Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Steven Dhalimarta, saat Journalist Class dengan media, di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Baca juga : Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman

Menurutnya, ada 5 kebutuhan utama valas masyarakat, yaitu:

  1. Perjalanan luar negeri untuk wisata, bisnis, ibadah Haji dan Umrah
  2. Biaya pendidikan internasional yang pembayarannya dilakukan berkala 
  3. Remitansi pekerja migran baik penerimaan maupun pengiriman
  4. UMKM ekspor-impor melalui e-commerce 
  5. Belanja online global seperti Amazon, Agoda, Netflix

Tantangan: Biaya ‘Siluman’ dan Risiko Uang Fisik

Meski kebutuhan naik, masyarakat masih menghadapi tantangan. Biaya transaksi valas seringkali tidak transparan karena ada biaya ‘siluman’ mulai dari selisih kurs spread, biaya admin, biaya tarik tunai ATM luar negeri, hingga biaya tutup rekening.

Adsense

Selain itu, preferensi membawa uang fisik atau bank notes masih tinggi. Padahal berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 2/2024, transaksi digital terbukti lebih aman dan bebas risiko kehilangan, pencurian, atau pemotongan nilai akibat kondisi uang kertas rusak.

Baca juga : Gerindra Ajak Masyarakat, Bedakan Kritik Dan Kebencian!

“Total Cost of Transaction bukan hanya soal kurs. Ada akumulasi dari kurs + spread + biaya admin + biaya transaksi. Ini yang harus diedukasi ke nasabah,” jelas Steven.

Mitos vs Fakta Transaksi Valas

Solusi Danamon: LEBIH PRO & Auto-Switching Currency

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Danamon menghadirkan Tabungan Danamon LEBIH PRO dengan fitur:

Danamon juga tengah menjalankan promo: 

Baca juga : Mufti Anam: PLN Harus Segera Berikan Solusi Nyata

Steven memberikan 5 tips cerdas kelola valas sebelum memilih produk valas: selisih kurs spread, biaya tersembunyi, kemudahan transaksi via mobile banking, fitur kartu multi-currency, dan promo cashback.

“Intinya, tabungan valas sekarang bukan hanya saving, tapi alat transaksi global. Dengan rekening multi-currency 1 kartu untuk 12 mata uang, nasabah bisa lebih cerdas dan efisien dalam bertransaksi lintas negara,” tutup Steven.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense