RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Capaian ini ditandai melalui seremoni injeksi pertama polimer di Ruang Serbaguna RDTX Square, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Acara seremoni tersebut dihadiri oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Komisaris PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Komisaris Pertamina Hulu Energi Nanang Untung dan Nepos MT Pakpahan, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sunaryanto, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Rachmat Hidajat, General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto, serta Direktur Utama PT Elnusa Litta Indriya Ariesca.
Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek ini telah melalui rangkaian kajian dan evaluasi yang komprehensif, mencakup studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional offshore, serta kajian keekonomian dan manajemen risiko.
CEOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses assessment dan review yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina, demi memastikan kesiapan implementasi dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan.
Baca juga : Al Azhar Memorial Garden Siap Ekspansi Ke Berbagai Kota Di Indonesia
CEOR di Lapangan Rama tak hanya sekadar inovasi yang berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh data operasional, pembelajaran teknis, serta validasi kinerja teknologi sebagai landasan pengembangan implementasi CEOR secara full field pada masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding diterapkan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan sweep efficiency. Sehingga, minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi secara lebih optimal.
Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan recovery factor tahap lanjut, pada lapangan-lapangan minyak yang telah memasuki fase mature.
Terapi Baru Bagi Reservoir
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menuturkan, lapangan mature bukanlah aset yang selesai. Perlu inovasi dan pendekatan baru untuk memperpanjang usia produktifnya.
"Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Eecovery (CEOR), kita sedang memberikan “terapi” baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energinasional,” papar Simon.
Baca juga : Bursa Kripto CFX Luncurkan CFX10, Indeks Aset Kripto Pertama Di Indonesia
Menurutnya, injeksi polimer di Lapangan Rama merupakan simbol transformasi cara berpikir. Ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, tetapi juga dengan memaksimalkan setiap aset melalui penerapan inovasi dan teknologi.
“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia. Amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Amanah untuk memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia,” lanjut Simon.
Inovasi CEOR Offshore Pertama
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, injeksi perdana polimer yang dilakukan PHE OSES di Lapangan Rama ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia.
Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksiminyak dari lapangan migas lepas pantai yang telah memasuki fase mature.
"Kami berharap CEOR mampu memberikan hasil recovery factor yang baik, dan berdampak pada meningkatnya lifting minyak nasional,” ujar Djoko.
Baca juga : Ayu Kynbraten, Semifinalis Miss Universe Norwegia Berdarah Indonesia
PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini dapat direalisasikan hingga tahun 2030. Keberhasilan implementasi CEOR ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pengembangan teknologi EOR, dan membuka peluang penerapan teknologi chemical EOR di lapangan-lapangan lepas pantai lainnya di Indonesia. Sehingga, mendukung peningkatan produksi migas nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Bagi Pertamina Group, implementasi CEOR ini menunjukkan komitmen Perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang andal, selamat, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.