Dark/Light Mode

PHR Resmikan Chemical EOR Minas untuk Perkuat Produksi Migas

Rabu, 24 Desember 2025 10:59 WIB
PHR Resmikan Chemical EOR Minas untuk Perkuat Produksi Migas

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), meresmikan Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Lapangan Minas Area A, Zona Rokan, Selasa (23/12/2025).

Proyek ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi produksi migas untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Lapangan Minas yang telah berproduksi sejak 1952 merupakan lapangan mature dengan potensi cadangan minyak besar di bawah permukaan.

Melalui penerapan teknologi CEOR, PHR menargetkan peningkatan perolehan minyak sebesar 12–16 persen dari Original Oil in Place (OOIP).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyatakan Lapangan Minas merupakan salah satu aset penting dalam sejarah industri hulu migas Indonesia.

“Namun kita juga menyadari bahwa Minas adalah lapangan yang sudah mature. Keberlanjutan produksinya hanya dapat dijaga melalui inovasi dan penerapan teknologi yang tepat. Oleh karena itu, kita bersyukur hari ini dapat meresmikan penerapan Chemical EOR Tahap I di Area A Lapangan Minas,” ujar Djoko.

Baca juga : DPR Ingin Perkuat Posisi Negara Di Sektor Migas

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyampaikan apresiasi kepada pekerja Pertamina atas keberhasilan mengembangkan formula sendiri dalam menjaga keberlanjutan Wilayah Kerja Rokan.

“Kami bangga atas usaha dan kerja keras Perwira Pertamina sehingga bisa membuat formula sendiri yang sebelumnya mengalami kendala. Jangan berhenti berinovasi dalam memecahkan masalah. Masa depan dan kemandirian energi berada di tangan para pekerja Pertamina sebagai pahlawan energi kebanggaan kita semua,” kata Iriawan.

Pelaksana tugas Gubernur Riau SF Haryanto menyatakan dukungan penuh terhadap proyek CEOR sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dan pusat dalam pengelolaan energi berkelanjutan.

Ia menilai keberhasilan CEOR tidak hanya berdampak pada PHR, tetapi juga masa depan ekonomi Riau.

Ia berharap peningkatan produksi dari teknologi ini dapat berdampak positif terhadap keberlanjutan Dana Bagi Hasil Migas yang akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

“Kami hadir sebagai mitra strategis untuk memperlancar koordinasi lintas sektoral, memastikan keamanan investasi, dan memberikan dukungan penuh agar operasi hulu migas di Riau dapat berjalan aman dan optimal,” ujar SF Haryanto.

Baca juga : Teknologi Chemical EOR Minas Pertamina Hulu Rokan Perkuat Kedaulatan Energi

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menilai keberhasilan CEOR di Wilayah Kerja Rokan menjadi simbol transformasi Pertamina dalam pengelolaan aset hulu migas.

“Dalam konteks tersebut, keberhasilan pengembangan CEOR di Wilayah Kerja Rokan tidak hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga menjadi simbol transformasi Pertamina dalam mengelola aset-aset hulu secara unggul, berdaya saing global, dan berkelanjutan serta semakin mengukuhkan Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia,” ujarnya.

Teknologi CEOR yang diterapkan PHR menggunakan kombinasi bahan kimia alkali, surfaktan, dan polimer (alkali surfactant polymer/ASP) yang diinjeksikan ke dalam reservoir untuk mendorong minyak keluar dari pori-pori batuan.

“Yang patut kita banggakan bersama, surfaktan sebagai komponen utama dalam teknologi CEOR ini merupakan hasil inovasi perwira Pertamina. Efektivitasnya telah melalui serangkaian pengujian baik di laboratorium maupun di lapangan, sehingga memastikan keandalan dan kesiapan teknologi ini untuk diterapkan secara komersial,” lanjut Oki.

Penerapan CEOR skala komersial di Minas Area A menjadikan PHR sebagai pelopor teknologi CEOR di Indonesia.

Ke depan, teknologi ini berpeluang dikembangkan di area lain Wilayah Kerja Rokan, seperti Minas Area B, C, dan D, Balam South, Balam, Bangko, hingga Petani.

Baca juga : Pdt Jimmy: Natal Nasional Perkuat Moderasi dan Persatuan Bangsa

Dari sisi produksi, proyek CEOR diproyeksikan berkontribusi sekitar 70 ribu barel minyak per hari pada 2030 dan mencapai puncak produksi hingga 200 ribu barel minyak per hari pada 2036.

Lapangan Minas memiliki luas 204,37 kilometer persegi dengan 1.243 sumur aktif dan produksi rata-rata 29 ribu barel minyak per hari.

Seluruh produksi Zona Rokan dialirkan ke Hydrocarbon Transportation Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai sebelum didistribusikan ke kilang Pertamina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.