BREAKING NEWS
 

Hadapi El Nino, IESR Minta RI Benahi Jaringan Listrik

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 9 Juli 2026 23:49 WIB
Direktur Program Transformasi Sistem Energi IESR Deon Arinaldo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai Indonesia perlu mempercepat reformasi jaringan listrik menyusul terjadinya gangguan pasokan listrik di Sumatera dalam dua bulan terakhir agar sistem kelistrikan lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem, krisis iklim, dan meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan.

Direktur Program Transformasi Sistem Energi IESR Deon Arinaldo mengatakan pemadaman listrik di Sumatera menjadi peringatan bahwa sistem kelistrikan nasional harus mampu bertahan terhadap berbagai risiko yang dipicu perubahan iklim.

“Pemadaman listrik di Sumatera perlu dibaca sebagai sinyal bahwa sistem kelistrikan Indonesia membutuhkan reformasi jaringan. Cuaca ekstrem dan krisis iklim dapat mengganggu transmisi, distribusi, maupun pembangkit. Jika sistem tidak dirancang lebih tangguh, gangguan pada satu titik dapat menimbulkan dampak yang lebih luas,” kata Deon dalam webinar Reformasi Jaringan Listrik Indonesia, Selasa (7/7/2026).

Menurut IESR, kebutuhan reformasi jaringan listrik semakin mendesak karena fenomena El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada September hingga Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Niño telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen.

Baca juga : Penggeledahan Kasus Korupsi Jumbo, Pengamat Minta Publik Beri Ruang untuk Polisi

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan volume air di bendungan sehingga memengaruhi produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), terutama ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

IESR mencatat dampak serupa pernah terjadi pada El Niño kuat tahun 2015 ketika sekitar 80 persen PLTA di Indonesia mengalami defisit air sehingga produksi listrik menurun.

Sementara itu, pada El Niño 2023 terjadi pemadaman listrik di Sulawesi Tengah dan sekitarnya akibat berkurangnya pasokan dari PLTA Poso. Saat itu, daya pasok pembangkit tersebut turun dari sekitar 500 megawatt menjadi sekitar 160 megawatt.

Adsense

Deon mengatakan tekanan terhadap sistem kelistrikan dapat terjadi secara bersamaan, mulai dari penurunan produksi listrik PLTA, turunnya efisiensi pembangkit berbahan bakar fosil, hingga meningkatnya permintaan listrik.

Baca juga : Cegah Blackout, Pengamat Sebut Panas Bumi Jadi Pilar Ketahanan Listrik

Karena itu, menurut dia, perencanaan sistem kelistrikan nasional perlu memasukkan skenario risiko iklim dan meningkatkan fleksibilitas jaringan.

“Kita tidak bisa lagi merancang sistem hanya berdasarkan kondisi normal. Perencanaan ketenagalistrikan harus memasukkan risiko iklim, cuaca ekstrem, dan kebutuhan fleksibilitas jaringan,” ujarnya.

IESR menilai peningkatan pemanfaatan pembangkit energi terbarukan yang tersebar, didukung teknologi penyimpanan energi seperti baterai kendaraan listrik dan layanan penunjang sistem (ancillary services), dapat meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Untuk membangun jaringan listrik yang lebih tangguh, IESR mengusulkan tiga langkah utama.

Baca juga : Hadapi El Nino, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Di Jabar Tetap Aman

Pertama, melakukan modernisasi serta pembaruan aturan jaringan listrik (grid dan distribution code) agar lebih fleksibel dalam mengakomodasi pembangkit energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), sekaligus mendukung demand response dan ancillary services.

Kedua, menyusun strategi nasional pengembangan jaringan listrik dengan standar ketahanan iklim yang lebih tinggi melalui penetapan indikator keandalan serta proyeksi risiko bencana akibat perubahan iklim, seperti El Niño ekstrem, banjir, dan longsor.

Ketiga, mempercepat integrasi sumber energi tersebar (distributed energy resources/DER) melalui digitalisasi jaringan listrik atau smart grid agar pemanfaatan PLTS atap dan sistem penyimpanan energi, termasuk baterai kendaraan listrik, dapat mendukung keandalan sistem secara optimal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense