BREAKING NEWS
 

PGE Percepat Pengembangan Panas Bumi Menuju Target Kapasitas 1 GW

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 15 Juli 2026 12:10 WIB
PGE mempercepat pengembangan panas bumi melalui inovasi dan kolaborasi, dengan target kapasitas terpasang 1 GW pada 2028 demi memperkuat ketahanan energi.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menjadikan momentum 100 tahun panas bumi Indonesia sebagai pijakan untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi melalui inovasi, kolaborasi, dan diversifikasi pemanfaatan energi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam The 5th ITB International Geothermal Workshop (IIGW) 2026 di Bandung, Senin (13/7).

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, satu abad perjalanan panas bumi Indonesia menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut dia, pengembangan sektor ini akan terus diarahkan tidak hanya untuk pembangkitan listrik, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan energi rendah karbon.

"Seratus tahun perjalanan panas bumi Indonesia membuktikan bahwa energi panas bumi telah menjadi salah satu fondasi penting ketahanan energi nasional. Ke depan, fokus PGE adalah mempercepat inovasi teknologi, memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan, serta memperkuat kolaborasi agar potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Andi Joko Nugroho.

Baca juga : S&P Pertahankan Rating BBB, Ekonomi RI Tetap Dipercaya Dunia

Pengembangan panas bumi di Indonesia bermula dari survei manifestasi panas bumi di Kamojang yang dilanjutkan dengan pengeboran eksplorasi pertama pada 1926.

Kini Indonesia menjadi salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di dunia dengan potensi sekitar 24 gigawatt (GW), terbesar kedua secara global.

PGE menilai panas bumi memiliki peran strategis karena mampu menghasilkan listrik bersih selama 24 jam sekaligus menopang kebutuhan industri hijau yang memerlukan pasokan energi stabil.

Untuk itu, perseroan mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari pemanfaatan langsung (direct use) di sektor pertanian dan industri hingga pengembangan green hydrogen.

Adsense

Akademisi Geotermal Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Nenny Miryani Saptadji menilai, panas bumi dapat menjadi sumber energi andal bagi Indonesia apabila dikelola secara berkelanjutan.

Baca juga : ESGIN dan Agraus Resources Percepat Pengembangan Proyek Karbon

Ia menyebut Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang sebagai contoh pengelolaan panas bumi yang berkelanjutan.

"Panas bumi ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, saya mengajak para mahasiswa untuk mempelajari dan mengembangkan panas bumi sebagai bagian dari masa depan energi Indonesia," ungkapnya.

Dalam ajang IIGW 2026, PGE juga meraih dua penghargaan, yakni Ganesha Geothermal Award for Outstanding Funding dan Ganesha Geothermal Award for Long-Term Commitment. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi perseroan dalam mendukung riset, pendidikan, inovasi, dan pengembangan industri panas bumi di Indonesia.

Di sisi operasional, PGE mempercepat transformasi digital melalui pengembangan teknologi digitalisasi dan pengujian sumur panas bumi guna meningkatkan akurasi data, efisiensi operasi, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pengembangan lapangan panas bumi.

Andi menegaskan percepatan pengembangan panas bumi membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Baca juga : Menjaga Integritas Penegakan Hukum Menuju Indonesia Emas 2045

"Melalui penguatan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta perluasan pemanfaatan panas bumi, PGE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence. Ke depan, Perseroan akan terus mengoptimalkan aset eksisting, mendorong ekspansi bisnis, sekaligus mengembangkan berbagai sumber pendapatan masa depan (future revenue streams) melalui inovasi dan diversifikasi pemanfaatan energi panas bumi," ujar Andi Joko Nugroho.

Dalam aspek keberlanjutan, PGE mencatat skor ESG Risk Rating 7,1 berdasarkan penilaian Sustainalytics, tertinggi di Indonesia.

Perseroan juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025. Selain itu, PGE berkontribusi menghindari emisi sekitar 4,29 juta ton setara karbon dioksida (CO₂e) dibandingkan pembangkit listrik nonenergi baru terbarukan (EBT), dengan intensitas emisi sebesar 0,041 ton CO₂e per megawatt hour (MWh).

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, PGE menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola mandiri mencapai 1 GW pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Target tersebut diharapkan memperkuat kontribusi perseroan dalam pengembangan industri panas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense