RM.id Rakyat Merdeka - Rasa Group resmi meluncurkan House of Rasa sebagai pusat inovasi dan kolaborasi bagi industri Food & Beverage (F&B) Indonesia. Fasilitas yang berlokasi di PIK 2, Tangerang, Banten, itu diharapkan menjadi wadah bagi pelaku industri, pelanggan, mitra, hingga komunitas untuk bersama-sama mengembangkan inovasi dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
CEO Rasa Group Sherley Ruslie mengatakan peluncuran House of Rasa merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem pertumbuhan industri F&B yang berkelanjutan.
Menurutnya, masa depan industri tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan seluruh pelaku usaha untuk berkolaborasi, berinovasi, dan tumbuh bersama.
"Kami ingin menghadirkan sebuah rumah bagi para inovator, pelanggan, mitra, komunitas, dan seluruh pelaku industri untuk bersama-sama menciptakan solusi yang lebih baik, membuka peluang baru, serta membawa inovasi Indonesia ke tingkat global," kata Sherley saat peresmian House of Rasa di PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (16/7/2026).
Baca juga : Forum PIKI Lahirkan Gagasan Besar Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045
Sherley menjelaskan House of Rasa merupakan transformasi Rasa Group dari perusahaan penyedia solusi bahan baku menjadi perusahaan yang membangun ekosistem pertumbuhan industri F&B.
Selama bertahun-tahun mendampingi ribuan pelaku usaha, Rasa Group melihat industri membutuhkan lebih dari sekadar produk berkualitas.
"Industri membutuhkan ruang untuk berkolaborasi, tempat untuk belajar, laboratorium untuk bereksperimen, komunitas yang saling mengembangkan, serta mitra yang mampu bertumbuh bersama. Keyakinan itulah yang melahirkan House of Rasa," ujarnya.
Sebagai Innovation & Collaboration Hub, House of Rasa dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya Mixology Innovation Lab, Culinary Innovation Lab, Business Collaboration Space, Customer Experience Center, Training & Education Center, serta Networking Functional Area. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mempercepat lahirnya inovasi baru sekaligus meningkatkan daya saing industri F&B nasional. Sherley menegaskan inovasi bukan hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga kemampuan memahami perubahan kebutuhan pasar dan menerjemahkannya menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Baca juga : ANTAM dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Sinergi
"Keberhasilan Rasa Group bukan diukur dari seberapa besar perusahaan ini bertumbuh, tetapi dari seberapa banyak bisnis yang berhasil bertumbuh bersama kami," katanya.
Ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat inovasi F&B di Asia berkat kekayaan budaya kuliner yang dimiliki. Melalui House of Rasa, Rasa Group juga akan memperluas kolaborasi ke kawasan Asia Tenggara, China, Timur Tengah, dan sejumlah negara lainnya melalui program riset bersama, pengembangan talenta, pertukaran inovasi, serta penguatan komunitas industri.
"Kami percaya masa depan industri tidak dibangun oleh satu perusahaan, melainkan oleh ekosistem yang saling memperkuat," tegas Sherley.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kriya, Kuliner, Desain, dan Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengapresiasi peluncuran House of Rasa. Menurutnya, kehadiran House of Rasa sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing subsektor kuliner melalui hilirisasi produk dan pengembangan merek lokal.
Baca juga : Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
"Tempat ini kami lihat bukan hanya sebagai kantor pusat, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan industri F&B, pelaku kreatif, UMKM, hingga komunitas dalam satu ekosistem," ujar Yuke.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.