Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah
- Fabio Calonego Bakal 2 Musim Lagi Bareng Persija
- Tak Masuk Proyeksi Musim 2026/27, Persib Lepas Dimas Drajad
- Luke Anthony Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Menuju Piala Dunia 2030
- Kasus Korupsi & TPPU, Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok
Forum PIKI Lahirkan Gagasan Besar Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045
Rabu, 15 Juli 2026 17:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seminar Nasional dan Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" yang digelar Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) melahirkan sejumlah gagasan strategis untuk memperkuat pembangunan kesehatan nasional. Forum tersebut menegaskan bahwa kedaulatan kesehatan harus menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kualitas SDM, serta keberlanjutan program kesehatan nasional.
Dewan Pembina DPP PIKI Hashim Djojohadikusumo mengatakan pembangunan kesehatan merupakan bagian dari strategi besar transformasi bangsa yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Strategi besar pemerintahan Prabowo-Gibran adalah transformasi bangsa yang terdiri dari beberapa unsur, pertama kesehatan, perumahan, dan lingkungan. Karena kesehatan manusia juga bergantung pada lingkungan, air bersih, rumah layak huni, dan program kesehatan lainnya. Semua itu untuk menciptakan SDM unggul 2045. Tujuan kita adalah Indonesia Emas dengan manusia yang unggul," ujar Hashim di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026).
Menurut Hashim, pembangunan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari penyediaan lingkungan yang sehat, rumah layak huni, serta peningkatan kualitas pendidikan. Seluruh aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Baca juga : bTaskee Hadirkan bInstant, Layanan Kebersihan Instan Mulai dari Rp 60.000
Dalam kesempatan itu, Hashim juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"MBG adalah program asupan gizi untuk anak-anak yang mungkin makanannya kurang sehat. Ada data sekitar 41 persen anak Indonesia berangkat sekolah tanpa sarapan, dan sekitar 21–22 persen balita mengalami stunting. Ini semua memengaruhi perkembangan manusia Indonesia jika tidak kita perbaiki. Karena itu MBG akan dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya akan terus dibenahi," katanya.
Sementara itu, Board of Experts PRASASTI, Dr. Cashtry Meher, memaparkan Arsitektur Strategis Pencegahan Stunting Indonesia. Menurutnya, percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya mengejar penurunan angka nasional, tetapi juga harus mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menilai keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan penguatan edukasi kepada masyarakat.
Baca juga : Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul
"Strateginya adalah saling berkolaborasi lintas sektor. Kata kuncinya menurunkan ego sektoral, melakukan evaluasi dan monitoring terhadap berbagai hambatan hingga ke daerah 3T, kemudian memperkuat intervensi edukasi agar masyarakat memahami pentingnya perubahan perilaku. Ketika masyarakat paham, mereka akan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," jelas Cashtry.
Menurut Cashtry, Program Makan Bergizi Gratis juga perlu terus disempurnakan agar memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai intervensi gizi bagi anak sekolah penting, namun pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum kehamilan.
"Stunting merupakan gangguan gizi yang terjadi sejak dalam kandungan. Karena itu, intervensi harus difokuskan kepada perempuan muda sebelum hamil agar melahirkan anak-anak yang sehat. Mereka inilah yang akan menjadi aset sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045," ujarnya.
Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" dipimpin Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait dan didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Baca juga : Menhut Siapkan Kawasan Preservasi Orangutan 87 Ribu Hektare di Kaltim
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, tokoh lintas agama, media, dan komunitas untuk menyatukan gagasan mengenai masa depan pembangunan kesehatan nasional.
Melalui forum tersebut, PIKI berharap lahir kolaborasi yang lebih luas dalam membangun sistem kesehatan nasional yang berdaulat, memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya