BREAKING NEWS
 

BSI-IBMA Perkuat Daya Saing Industri Bulion Nasional di Pasar Asia Tenggara

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 21 Juli 2026 13:58 WIB
BSI bersama para pelaku industri yang tergabung Indonesia Bullion Market Association (IBMA) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan industri bulion nasional di pasar Asia Tenggara. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI bersama para pelaku industri yang tergabung Indonesia Bullion Market Association (IBMA) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan industri bulion nasional.

Direktur Sales dan Distribution BSI sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) IBMA Anton Sukarna mengatakan, dengan integrasi yang lebih cepat, proses hilirisasi emas akan terjadi akselerasi, produk berbasis emas akan lebih beragam, dan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pasar bulion di Asia Tenggara.

“BSI sebagai salah satu pendiri IBMA, kami semua mendiskusikan dan berkomitmen tentang arah pengembangan bank bulion,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Anton menegaskan, BSI telah memiliki layanan perdagangan emas, titipan emas, dan simpanan emas sebagai bagian dari pengembangan bisnis bulion Perseroan.

Baca juga : KB Bank Perkuat Kontribusi Sosial Bagi UMKM & Karyawan Hingga Pendidikan

Hingga Mei 2026, BSI dipercaya mengelola lebih dari 23 ton emas. BSI juga terus mengedukasi emas agar tetap bisa dijangkau seluruh kalangan masyarakat. Emas adalah salah satu investasi syariah yang aman dan memiliki nilai intrinsik value jangka panjang.

“Terlebih di tengah kondisi ekonomi dinamis, kami sudah menyiapkan beberapa langkah strategis agar emas bisa tetap bisa dijangkau seluruh kalangan," ujarnya.

Masyarakat saat ini dapat mengakses emas dengan gramasi yang kecil melalui mobile banking Byond by BSI dengan harga Rp 50ribu-an secara digital sehingga dapat diakses kapan dan dari mana saja. BSI juga tengah mempersiapkan edukasi dan fitur terbaru bullion bank yakni menabung emas rutin.

Adsense

Melalui sinergi agresif IBMA dan pelaku pasar termasuk BSI, Indonesia kini siap mengoptimalkan dan memonetisasi logam mulia.

Baca juga : Perkuat SDM Industri, Kemenperin Perbanyak Asesor Kompetensi

“Rapat Pleno ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan dimulainya era baru di mana Indonesia tidak lagi hanya menjadi penambang, melainkan penguasa pasar emasnya sendiri,” ucapnya.

Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Umum IBMA sekaligus Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Selfie Dewiyanti mengatakan, kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional.

“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif,” katanya.

Selfie mengatakan, cita-cita menjadikan industri bullion mendorong penguatan ekosistem emas nasional di Indonesia semakin solid dengan terbentuknya IBMA.

Baca juga : Perkuat SDM Industri, TMMIN Donasikan Mesin Toyota Ke SMK Lombok

Tak lama setelah pendirian, IBMA langsung tancap gas menggelar pleno untuk memantapkan langkah percepatan ekosistem pasar bullion nasional agar menjadi lebih terintegrasi, transparan dan dan berdaya saing global.

IBMA merupakan asosiasi yang dibentuk pelaku industri bullion Indonesia untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional.

Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion nasional. “Serta mampu menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bullion nasional di tingkat regional maupun global,” pungkas Anton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense