Dark/Light Mode

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi

Rabu, 1 Juli 2026 19:59 WIB
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir menegaskan biomassa akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Hal tersebut disampaikan dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir menegaskan biomassa akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Hal tersebut disampaikan dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan biomassa akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Melalui pengembangan ekosistem bioenergi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, biomassa tidak hanya dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja hijau, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Symposium Energy di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta.

Hokkop mengatakan, biomassa merupakan solusi transisi energi yang dapat diterapkan secara cepat melalui program co-firing di PLTU.

Melalui skema tersebut, sebagian penggunaan batu bara digantikan dengan biomassa yang berasal dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah perkotaan.

Baca juga : Kawal PSN, Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Ketahanan Energi Nasional

"Batu bara dapat disubstitusi dengan tandan kosong kelapa sawit, cangkang sawit, sekam padi, tongkol jagung, pelepah sawit, limbah kayu, hingga berbagai residu biomassa lainnya. Seluruh bahan tersebut diolah menjadi pelet biomassa untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara di PLTU," ujar Hokkop.

Menurut Hokkop, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar. Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi biomassa yang layak dimanfaatkan mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun.

Potensi tersebut tersebar di Sumatra sebesar 42,8 juta ton, Kalimantan 18,9 juta ton, Jawa 13,1 juta ton, Sulawesi 5,1 juta ton, Papua-Maluku 1,9 juta ton, serta Bali-Nusa Tenggara sekitar 1,5 juta ton. Potensi tersebut berasal dari limbah sawit, kehutanan, pertanian, perkebunan, hingga sampah perkotaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Lebih lanjut Hokkop menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak semata-mata bertujuan menggantikan sebagian konsumsi batu bara, tetapi juga membangun ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rantai pasok energi.

"Bioenergi bukan hanya mengganti batu bara. Yang kami bangun adalah ekosistem bioenergi dari desa hingga pembangkit listrik. Di dalamnya ada petani, koperasi, pelaku usaha, hingga industri yang bersama-sama memperoleh nilai tambah dari pemanfaatan biomassa," katanya.

Baca juga : NSHE Perkuat Kesiapsiagaan Warga Jelang Pengisian Awal Waduk PLTA Batangtoru

Saat ini PLN telah mengimplementasikan program co-firing biomassa di 52 PLTU dengan total kapasitas mencapai 18.154 megawatt (MW).

Untuk mendukung program tersebut dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun yang akan dipenuhi secara bertahap melalui penguatan rantai pasok biomassa nasional.

Selain biomassa padat, PLN EPI juga mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain seperti biochar, compressed biomethane gas (CBG), biohidrogen, hingga pemanfaatan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit sebagai bagian dari diversifikasi energi primer.

Pemerintah pun terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai kebijakan.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 12,22 GW dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 1.682 triliun serta potensi penciptaan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau (green jobs) sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

Baca juga : Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi, Tingkatkan Nilai Tambah Sawit

Melalui pengembangan bioenergi, PLN EPI tidak hanya memperluas bauran energi primer nasional, tetapi juga membangun ekosistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya domestik.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi biomassa Indonesia menjadi energi yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.