RM.id Rakyat Merdeka - Permasalahan sampah plastik yang terus meningkat mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Salah satunya dikembangkan oleh Pendiri Bank Sampah Banjarnegara (BSB), Budi Trisno Aji, melalui teknologi pirolisis yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif bernama PETASOL.
Sejak 2016, Budi mengembangkan teknologi Faspol 5.0 (Fast Pyrolysis 5.0) untuk mengolah sampah plastik yang sulit didaur ulang menjadi bahan bakar cair dengan karakteristik setara minyak solar B0.
Baca juga : Pemerintah Dukung Pembentukan Ekosistem Sistem Logistik Nasional Bebas Emisi
Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah plastik, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi limbah melalui konsep ekonomi sirkular dengan mengubah sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Budi menjelaskan, kualitas PETASOL telah diuji oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup bersama LEMIGAS.
Berdasarkan hasil pengujian tersebut, PETASOL dinyatakan memenuhi spesifikasi sebagai bahan bakar mesin diesel, termasuk untuk alat dan mesin pertanian.
Baca juga : Panglima TNI Siap Bantu Penanganan Sampah Sesuai Perintah Presiden
Saat ini, bahan bakar hasil olahan sampah plastik tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung operasional sektor pertanian di Kabupaten Banjarnegara.
Selain menghasilkan bahan bakar alternatif, teknologi Faspol 5.0 juga dirancang agar mudah diterapkan di berbagai daerah. Satu unit mesin mampu memproduksi hingga 200 liter PETASOL per hari.
Menurut Budi, teknologi tersebut telah direplikasi oleh lebih dari 52 mitra di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di luar Pulau Jawa.
Baca juga : Pengamat: Tata Kelola Batu Bara Dukung Keandalan Listrik Nasional
Hal itu menunjukkan potensi teknologi pirolisis sebagai salah satu solusi untuk mengurangi sampah plastik sekaligus menyediakan energi alternatif di tingkat daerah.
Budi berharap, kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat agar teknologi pirolisis dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Menurutnya, sinergi tersebut dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik, meningkatkan nilai tambah limbah, serta mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.