BREAKING NEWS
 

Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 27 Juli 2026 14:32 WIB
Foto: BPDP.

RM.id  Rakyat Merdeka - Limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bernilai tambah tinggi.

Pemanfaatan limbah tersebut dinilai tidak hanya mampu meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pengembangan industri sawit nasional yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dosen sekaligus peneliti Pusat Studi Sawit IPB University, Siti Nikmatin mengatakan, optimalisasi limbah kelapa sawit menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki nilai strategis yang dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

"Misalnya, pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit atau TKKS yang memiliki pasokan melimpah dan potensi sangat besar," kata Nikmatin di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, volume limbah kelapa sawit di Indonesia sangat besar. Berdasarkan asumsi sekitar 23 persen tandan buah segar (TBS) akan menjadi tandan kosong dengan kadar bahan kering mencapai 35 persen, potensi ketersediaan TKKS diperkirakan mencapai 16 juta ton per tahun dan akan terus meningkat seiring bertambahnya produksi TBS nasional.

Baca juga : ASPEBINDO: Sawit Berpotensi Jadi Pilar Energi Terbarukan Nasional

"Jadi, setiap hari pasti akan menumpuk limbah kelapa sawit di pabrik pengolahan CPO," ujarnya.

Menurut Nikmatin, sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Salah satunya PT Intertisi Material Maju (IMM) yang mengolah TKKS menjadi berbagai produk UMKM, seperti helm, tas, alas kaki, batik, rompi antipeluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.

Adsense

Ia menjelaskan, selama ini tandan kosong kelapa sawit umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar area pabrik.

Melalui inovasi dan pengembangan teknologi, limbah tersebut kini dapat diolah menjadi bahan baku berbagai produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Baca juga : Jubir Gerindra Dukung KDMP Kelola Tambang

"Saat ini saya mengolah tandan kosong di PT Intertisi Material Maju untuk menjadi produk UMKM bernilai tambah. Saya mengambil tandan kosong dari PTPN maupun IPB," jelasnya.

Nikmatin mengungkapkan, pengembangan produk berbasis limbah kelapa sawit di PT Intertisi Material Maju berawal dari kegiatan riset yang dimulai pada 2015 dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Menurutnya, BPDP berperan penting dalam mendorong riset dan inovasi pemanfaatan limbah kelapa sawit sehingga mampu menghasilkan berbagai produk yang memiliki daya saing.

Selain memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan produk inovatif, pengembangan tersebut juga berdampak positif terhadap lingkungan karena membantu mengurangi limbah industri.

Dari sisi sosial, inovasi ini turut membuka peluang pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan melalui keterlibatan dalam proses produksi.

Baca juga : Keamanan Terintegrasi Jadi Kunci Produktivitas & Bisnis Berkelanjutan

Selama ini, BPDP disebut konsisten mendorong pengembangan berbagai produk turunan kelapa sawit, termasuk pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, ramah lingkungan, berdaya saing, serta berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

"Pemanfaatan limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha secara berkelanjutan. Apalagi, pasokan limbah kelapa sawit di Indonesia sangat melimpah," pungkas Nikmatin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense