Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPDP Dan Majalah Sawit Indonesia Promosikan UKM Sawit Kepada Gen Z Karawang
Kamis, 4 Juni 2026 19:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Potensi besar industri kelapa sawit sebagai sumber inovasi dan peluang usaha bagi generasi muda menjadi fokus dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut berlangsung selama dua hari, 4-5 Juni 2026. Workshop diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta generasi muda yang ingin mengembangkan usaha berbasis produk turunan sawit.
Mewakili Bupati Karawang, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang H Dindin Rachmadhy mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM.
"Karawang saat ini memiliki lebih dari 311 ribu UMKM yang terdata dan tersebar di 30 kecamatan. Jumlah ini terus berkembang seiring semakin tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha. Karena itu, kami terus memperkuat dukungan bagi UMKM, termasuk melalui peningkatan anggaran yang kini mencapai Rp13 miliar," ujarnya saat membuka acara.
Menurut Dindin, Karawang memiliki modal ekonomi yang kuat dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, lebih dari 1.700 industri menengah dan besar, serta 14 kawasan industri yang terus berkembang. Berbagai pembangunan infrastruktur, mulai dari akses jalan tol hingga kereta cepat, juga dinilai semakin memperkuat daya saing daerah.
Meski bukan daerah penghasil sawit, Karawang memiliki keterkaitan erat dengan industri sawit melalui sektor pengolahan dan UMKM. Dia menyebut sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di Karawang menggunakan produk berbasis sawit dalam kegiatan usahanya.
"Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit. Tadi kami juga mendapat informasi bahwa sawit dapat dimanfaatkan untuk kriya dan fesyen. Karawang memiliki batik khas daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan bahan turunan sawit seperti parafin dapat dimanfaatkan dalam proses produksinya," katanya.
Baca juga : Dubes Susi Marleny Promosikan Cita Rasa Nusantara Di Lisabon
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan BPDP terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan.
Menurut dia, BPDP saat ini tengah membuka kesempatan bagi sekitar 5.000 calon mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa sawit yang mencakup biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup.
"Program ini merupakan bagian dari upaya kami membangun SDM sawit yang unggul. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya kuliah, tetapi juga uang saku selama masa pendidikan," ujarnya.
Selain pendidikan, BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Berbagai hasil riset yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari material industri hingga produk UMKM.
"Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen. Sejumlah hasil riset tersebut telah dikomersialisasikan oleh UMKM. Di website BPDP juga terdapat sekitar 100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda," kata Helmi.
Helmi juga mencontohkan keberhasilan mahasiswa asal Sumatera Barat yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga berhasil menjadi eksportir ke pasar Asia Selatan.
"Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru yang mampu mengembangkan produk sawit hingga menembus pasar ekspor," katanya.
Baca juga : Dadan Hindayana Dicopot, Nanik Deyang Jadi Kepala BGN
Ketua Pelaksana Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit, Qayuum Amri, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri sawit kepada generasi muda.
"Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," ujarnya.
Menurut Qayuum, Karawang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia dengan lebih dari seribu perusahaan nasional dan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Karawang memang bukan sentra perkebunan sawit, tetapi memiliki ekosistem industri yang sangat kuat. Produk-produk turunan sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh pelaku UMKM di daerah ini," katanya.
Dalam sesi talkshow inspiratif, Pendiri Palmtrienol Indonesia, dr. Irdawati Novita, memaparkan berbagai inovasi produk berbasis sawit yang telah dikembangkannya. Menurut dia, sawit memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kecantikan, hingga pendidikan.
"Banyak masyarakat hanya mengenal sawit sebagai minyak goreng atau margarin. Padahal sawit memiliki kandungan tocotrienol, vitamin A, omega-3, dan omega-6 yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai produk kesehatan dan nutrisi," ujarnya.
Dia menjelaskan sejumlah produk yang telah dikembangkan antara lain produk perawatan kulit, penumbuh rambut, salep berbasis sawit, hingga krayon yang sebagian besar menggunakan bahan baku sawit.
Baca juga : Gema Bangsa Jawa Barat Siapkan Deklarasi Partai Bertepatan Hari Pahlawan
"Saat ini kami juga mengembangkan berbagai inovasi baru berbasis sawit. Saya berharap generasi muda dapat melanjutkan dan mengembangkan inovasi-inovasi tersebut sehingga lahir lebih banyak produk bernilai tambah dari sawit Indonesia," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, Leoni Wisnuwardhani, mengatakan perkembangan UMKM di Karawang menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.
"Dalam beberapa tahun terakhir jumlah UMKM yang terdata meningkat dari sekitar 99 ribu menjadi lebih dari 311 ribu pelaku usaha. Ketika sebagian sektor industri menghadapi tantangan, UMKM justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan," ujarnya.
Leoni menjelaskan UMKM saat ini berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan daerah. Berbagai program pendampingan, pelatihan, serta bantuan peralatan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
"Kami memiliki berbagai program pengembangan UMKM, mulai dari pelatihan kriya, membatik, kerajinan bambu, hingga bantuan peralatan usaha," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya