RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan peran strategis Liquefied Natural Gas (LNG) dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan dinamika geopolitik global.
Gas alam cair dinilai menjadi energi penyeimbang yang mendukung transisi energi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, mengatakan kebutuhan gas akan terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi listrik akibat ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, berkembangnya kawasan ekonomi baru, serta meningkatnya kebutuhan pusat data (data center).
Dalam lima tahun ke depan, pusat data diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 15 gigawatt (GW).
"Karena itu kita membutuhkan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berperan sebagai energi transisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional," ujar Rakhmad dalam keterangan resmi PLN EPI.
Baca juga : PLN EPI Proyeksi Permintaan LNG Terus Meningkat, 4,5 Persen Per Tahun
Pernyataan tersebut disampaikan Rakhmad saat menjadi pembicara pada The 5th IndoPACIFIC LNG Summit 2026 di Jimbaran, Bali, pada 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan energi primer nasional diproyeksikan meningkat sekitar 2 persen per tahun. Sementara itu, permintaan listrik diperkirakan tumbuh lebih tinggi, yakni sekitar 4,6 hingga 5,4 persen per tahun.
"Sedangkan permintaan listrik tumbuh lebih tinggi. Yakni 4,6–5,4 persen per tahun. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan pasokan gas dan LNG yang semakin andal untuk menjaga fleksibilitas sistem tenaga listrik," ujar Rakhmad.
Mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, produksi listrik nasional diproyeksikan meningkat dari 304,4 terawatt hour (TWh) menjadi 584,3 TWh.
Pada periode yang sama, porsi pembangkit listrik berbasis batu bara turun menjadi sekitar 47 persen, sedangkan kontribusi energi baru terbarukan meningkat hingga 33 persen.
Baca juga : PLN Pastikan Pasokan Energi Primer Aman Selama Ramadan Lebaran
Dalam bauran energi tersebut, LNG diposisikan sebagai balancing fuel yang menjaga keandalan sistem ketika pembangkit listrik berbasis surya dan angin mengalami fluktuasi produksi.
PLN memperkirakan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional meningkat rata-rata 4,5 persen per tahun, dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada 2026 menjadi hampir 2.490 BBTUD pada 2034.
Seiring kenaikan itu, porsi LNG dalam pasokan gas PLN diperkirakan meningkat dari 57 persen menjadi 67 persen.
"Ini mempertegas peran LNG sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan sekaligus penopang transisi energi nasional," ujar Rakhmad.
Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, PLN EPI memperkuat pengamanan pasokan melalui kontrak gas dan LNG jangka panjang dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL), Mubadala Energy, INPEX, dan South Hub.
Baca juga : Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Optimalisasi CNG–LNG Nasional
Kerja sama tersebut mencakup pasokan gas hingga 300 BBTUD serta kontrak LNG lebih dari 49 juta ton.
Selain itu, PLN mempercepat pembangunan infrastruktur LNG melalui pengembangan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Cilegon, pembangunan klaster gasifikasi di Indonesia Timur, serta peningkatan kapasitas penyimpanan LNG nasional menjadi sekitar 1,2 juta meter kubik dengan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Infrastruktur tersebut disiapkan untuk meningkatkan fleksibilitas distribusi LNG sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Kami tetap mendorong peningkatan energi baru dan terbarukan. Namun sistem kelistrikan juga harus tetap andal. Di sinilah gas memiliki peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan," kata Rakhmad.
PLN EPI menilai, penguatan kontrak pasokan jangka panjang, pembangunan infrastruktur LNG, dan diversifikasi rantai pasok energi primer menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat integrasi energi baru terbarukan, serta mendukung target Net Zero Emissions Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.